alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menguji Sistem ASA Dua Produk Teranyar Daihatsu ke Titik Nol Batam

Eko Faizin Senin, 06 Desember 2021 | 16:24 WIB

Menguji Sistem ASA Dua Produk Teranyar Daihatsu ke Titik Nol Batam
Daihatsu Rocky usung tema Time To Rock yang kini mengaplikasikan fitur keselamatan ASA. [Partahi/Suara.com]

Salah satu teknologi keselamatan teranyar yang Daihatsu miliki adalah teknologi ASA (Advanced Safety Assist).

SuaraBatam.id - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) semakin memantapkan penerapan fitur keselamatan terbaru, di dua produk mereka yang saat ini seakan seperti memiliki artificial intelligence (AI), bagi para penggunanya.

Salah satu teknologi keselamatan teranyar yang Daihatsu miliki adalah teknologi ASA (Advanced Safety Assist), yang hadir di Daihatsu Rocky dan All New Xenia.

Teknologi ini juga bekerja dengan menggunakan sensor dari Stereo Camera yang mendeteksi objek di sekitar mobil, lalu memberikan perintah dan mengontrol mobil jika mobil dalam keadaan berpotensi bahaya.

Penggunaan sistem ASA ini sendiri, juga sangat cocok terutama bagi para penggunanya, yang kerap beraktivitas melalui jalan lintas atau jalan tol.

Namun bagaimana penggunaan sistem ASA bagi para pengguna di Kota Batam, Kepulauan Riau mengingat bahwa Batam tidak memiliki jalan tol, dan jarak yang tergolong dekat dikarenakan wilayah Kepulauan.

"Penggunaan teknologi ASA ini, ternyata juga sangat cocok bagi para penggunanya di Kota Batam," ujar Kepala Cabang Astra Grup Batam, Kamil Hasan, Senin (6/12/2021).

Hal ini dibuktikan dengan perjalanan menuju titik nol, yang berada di akhir Jembatan 6 Barelang.

Dari fitur yang tersedia seperti Pre Collision Warning, Pre Collision Braking, Front Departure Alert, Pedal Misoperation Control, Lane Departure Warning dan Lane Departure Prevention.

Namun fitur Lane Departure Warning dan Lane Departure Prevention jadi yang paling terasa, saat menghadapi medan jalan berkelok dan panjang menuju titik nol Batam, yang melelahkan bagi para pengendara.

Fitur yang bekerja pada sensor di kaca bagian tengah ini, berfungsi membantu mendeteksi gaya berkemudi pengendara.

"Sistem ini mempelajari terutama saat mobil keluar dari jalur, sistem ini akan membantu mobil untuk kembali langsung ke jalurnya," terang Kamil.

Berada pada track yang berkelok pada saat menuju titik nol Batam, kelelahan dan kurang konsentrasi terkadang melanda pengemudi.

Namun fitur ini akan langsung bereaksi dengan memberikan peringatan, bahkan sampai melakukan koreksi pada kemudi.

Kedua fitur tersebut akan bekerja pada saat mobil berada di kecepatan 60 kpj pada kondisi jalan lurus dan wajib memiliki marka, baik di kanan atau kiri.

Bagi pengemudi pemula, fitur ini jelas memberikan manfaat yang banyak, namun bagi orang-orang yang sering berkendara, fitur ini mungkin juga agak mengganggu.

"Bagi para pengemudi advance hal ini mungkin dikarenakan bunyi sensor. Tapi hal ini diperlukan demi menjaga keselamatan," lanjutnya sambil tersenyum.

Selain itu, fitur lain yang menambah kenyamanan bagi para pengguna Daihatsu Rocky dan All New Xenia, adalah Pre Collision Warning and Braking.

Layaknya seorang asisten, kedua fitur ini akan mencegah dan menghindari pengemudi, untuk kondisi pengereman darurat dalam menghindari tabrakan ke kendaraan atau objek padat yang berada di depan mobil.

Untuk memperingatkan pengemudi, ASA akan memberikan sinyal berupa suara yang juga disertai indikator yang menyala.

"Fitur ini pun mulai bekerja sejak kecepatan rendah sampai 120 kpj. Apabila pengemudi tidak sempat melakukan pengereman mendadak. Fitur ini akan langsung aktif dengan jarak 4 meter dari objek yang ada di depannya," paparnya.

Kemudian fitur Pedal Misoperation Control, yang sangat cocok bagi para pengemudi pemula dan kerap salah dalam mengidentifikasi pedal gas dan pedal rem.

Terutama bagi anda para pengemudi, yang asik bermain handphone saat berada dalam posisi menunggu traffic light.

"Terkadang kecelakaan bisa terjadi saat pengemudi salah mengidentifikasi pedal gas dan rem. Mobil tidak akan bergerak, apabila di saat berhenti di lampu merah kendaraan di depan tidak bergerak. Begitu juga pada saat parkir, di momen ini juga pengemudi kerap salah mau injak rem, malah injak gas. Intinya fitur ini aktif apabila ada benda padat 2-3 meter di depan," tuturnya.

Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait

Komentar

Berita Terkait