alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kabur Saat Karantina, Rachel Vennya Disebut Dibantu Anggota TNI

Eliza Gusmeri Kamis, 14 Oktober 2021 | 09:30 WIB

Kabur Saat Karantina, Rachel Vennya Disebut Dibantu Anggota TNI
Adu Gaya Rachel Vennya [Instagram/rachelvennya/vickyalaydrus]

Pihak Kodam Jaya sedang melakukan proses penyelidikan soal berita kaburnya Rachel Vennya.

SuaraBatam.id - Rachel Vennya dikabarkan kabur pada hari ketiga saat karantina Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta.

Pihak Kodam Jaya sedang melakukan proses penyelidikan soal berita kaburnya Rachel Vennya.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS buka suara soal kabar kaburnya selebgram Rachel Vennya dari tempat karantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Pademangan, Jakarta Utara.

Ia menyebut Rachel dibantu oleh oknum anggota TNI berinisial FS untuk bisa kabur dari prosedur karantina.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Listrik di Batam-Bintan, PGN Salurkan Gas ke PLTMG Baloi

Oknum anggota TNI itu bagian pengamanan satuan tugas di Bandara Soekarno-Hatta.

"Terdapat temuan bahwa adanya oknum anggota TNI bagian pengamanan satgas di Bandara yang melakukan tindakan non prosedural," jelas Herwin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/10/2021).

Kalau menurut Keputusan KA Satgas Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021, yang berhak mendapatkan fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Pademangan ialah para pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dan menetap minimal 14 hari di Indonesia, pelajar atau mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari luar negeri dan pegawai pemerintah RI yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas dari luar negeri.

Itu artinya, Rachel tidak memiliki hak untuk menjalankan karantina di RSDC Wisma Pademangan. Rachel lantas dibantu oleh oknum tersebut supaya bisa menghindari prosedur.

"Ditemukan adanya dugaan tindakan non prosedural oleh oknum anggota pengamanan Bandara Soetta (TNI) berinisial FS yang telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri," jelasnya.

Baca Juga: Sebanyak 1.395 PMI dari Malaysia dan Singapura di Karantina di Rusun Batam

Dengan adanya temuan dari hasil penyelidikan sementara itu, Pangdam Jaya selaku Pangkogasgabpad Covid-19 memerintahkan untuk melakukan proses pemeriksaan serta penyidikan terhadap oknum yang dimaksud.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait