alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kejayaan Pelabuhan Negeri Riau Abad ke 17, Ini Bukti-bukti Sejarahnya

Eliza Gusmeri Selasa, 21 September 2021 | 18:12 WIB

Kejayaan Pelabuhan Negeri Riau Abad ke 17, Ini Bukti-bukti Sejarahnya
Pelabuhan Tanjungpinang saat ini (foto; Antara)

pelabuhan Negeri Riau di Bumi Melayu mampu tampil menjadi tempat berkumpulnya kapal-kapal dagang yang datang Nusanta, Asia bahkan Eropa.

SuaraBatam.id - Syahdan, pelabuhan Negeri Riau (sekarang Kepulauan Riau) yang terpusat di kawasan Sungai Carang, Tanjungpinang, dulu dikenal sebagai pelabuhan transito yang menghubungkan dunia barat dan timur pada masa abad 17 hingga 18.

Kala itu pelabuhan Negeri Riau di Bumi Melayu mampu tampil menjadi tempat berkumpulnya kapal-kapal dagang yang datang Nusanta, Asia bahkan Eropa.

Utusan-utusan kapal dagang VOC-Belanda yang datang berdagang ke pelabuhan itu, sangat kagum dengan kemampuan Negeri Riau dalam mengelola pelabuhannya pada masa Laksamana Tun Abdul Jamil ini.

Situasi pelabuhan Negeri Riau ketika itu menyerupai peranan yang telah dimainkan oleh pelabuhan Negeri Melaka lebih dari seratus tahun sebelumnya.

Baca Juga: Mengintip Potensi Luar Biasa Budidaya Rumput Laut di Kepulauan Riau

Pelabuhan Negeri Riau yang sekaligus jadi pusat pemerintahan kerajaan Riau Lingga Johor Pahang di Sungai Carang, ketika itu digambarkan sebagai sebuah entrepot antarbangsa. Sebuah pelabuhan penyalur komoditi dagang antarbangsa yang dilengkapi dengan gudang-gudang, dan pegawai-pegawai yang terampil dalam mengendalikan dan mengatur arus keluar masuk barang niaga.

Meskipun tidak memproduksinya, ketika itu Negeri Riau mampu menyediakan komoditi lada, timah, dan berbagai jenis kain corak terbaru dengan harga yang murah.

Begitu pula halnya dengan berbagai komoditi dagang lainnya yang dibutuhkan dalam perdagangan antarbangsa pada abad 17 dan 18 itu.

Willem Valentyn dalam misinya ke Kerajaan Johor, melaporkan bahwa pelabuhan Negeri Riau ketika itu juga mampu menyediakan emas, kayu gaharu, kelembak (sejenis gaharu juga), batu benzoar yang digunakan untuk bahan obat, sarang burung, gading, kapur barus, tembaga, beras, sutera putih dari Cina, tembikar, kuali besi Cina, laken (sejenis kain merah), benang emas Jepang, dan Candu.

Komoditi utama yang dihasilkan oleh Negeri Riau adalah gambir, hasil hutan, lada dan juga hasil laut.

Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Mie Tarempa, Kuliner Khas Kepulauan Riau yang Menggoda

Semua itu menjadi faktor daya Tarik utama orang datang ke Riau. Namun seiring berjalan waktu, kegemilangan pelabuhan Negeri Riau seakan tinggal cerita.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait