Angka Pengangguran Batam Tinggi, Disnaker: Pencaker Tidak Kompeten

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat per Agustus 2021, tingkat pengangguran di Batam mencapai angka 11,79 persen dengan total 87.903 orang.

Eliza Gusmeri
Rabu, 15 September 2021 | 15:02 WIB
Angka Pengangguran Batam Tinggi, Disnaker: Pencaker Tidak Kompeten
Ilustrasi Menciptakan Tenaga Kerja Terampil.

SuaraBatam.id - Angka pengangguran di Batam, Kepulauan Riau tahun 2021, meningkat sebesar 3,48 persen dibandingkan tahun 2020 lalu.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat per Agustus 2021, tingkat pengangguran di Batam mencapai angka 11,79 persen dengan total 87.903 orang.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti menuturkan bahwa pengangguran tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 tapi sudah terhitung sejak Maret 2020 lalu.

Selain itu, faktor lainnya ikut berpengaruh di antaranya adalah para pencari kerja (pencaker), yang datang dari luar Kota Batam tidak memenuhi sertifikasi.

"Angka dari BPS mengenai tingkat pengangguran Batam saat ini, harus dibedakan dalam dua jenis. Mereka yang terpengaruh Covid, dan yang lain adalah mereka yang datang dari luar Batam namun hingga saat ini masih belum mendapat pekerjaan," jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (15/9/2021).

Baca Juga:BPS: Trafik Kunjungan Wisatawan ke Batam Masih Sepi

Lanjut dia, banyak dari para pencaker di Batam yang datang tanpa dibekali kemampuan dan kompetensi.

"Pengangguran tertinggi ini paling banyak dari mereka lulusan SMA/SMK dan sarjana. Untuk yang sarjana, mereka kuliah di luar, baru setelah lulus mengadu nasib di sini. Sementara perusahaan di sini banyak membutuhkan operator, jadinya tidak seimbang," katanya.

Sementara untuk pencari kerja lulusan SMA/SMK, Rudi menjelaskan bahwa mereka harus membekali diri dengan sertifikasi. Sehingga memiliki daya tawar saat ada lowongan kerja di sebuah perusahaan.


Covid-19 Berdampak pada Industri di Batam

Rudi mengatakan, sebanyak 332 perusahaan dan 15.618 pekerja terdampak pandemi Covid-19. Menurutnya, dampak itu adalah pemotongan gaji, penundaan upah, hingga pemberhentian hubungan kerja (PHK).

Baca Juga:Kasus Covid-19 di Batam Melandai, Capaian Vaksin Hampir 80 Persen

Dari data Disnaker Batam, setiap tahunnya para pencaker yang datang dari luar Batam mencapai angka 1.500 hingga 2.000 orang.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini