alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sinyal MoU Singapura-Indonesia, Sudah Bisa Berwisata ke Negeri Singa?

Eliza Gusmeri Selasa, 14 September 2021 | 16:48 WIB

Sinyal MoU Singapura-Indonesia, Sudah Bisa Berwisata ke Negeri Singa?
Kawasan Lagoi. foto: seniberjalan

Indonesia berharap bisa menyampaikan nota kesepahaman (MoU) tentang kepariwisataan kepada Pemerintah Singapura agar akses kedua negara dibuka.

SuaraBatam.id - Pemerintah Singapura masih menutup akses masuk warga Indonesia untuk berwisata ke negara itu. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

Indonesia berharap bisa menyampaikan nota kesepahaman (MoU) tentang kepariwisataan kepada Pemerintah Singapura agar akses kedua negara dibuka.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri Buralimar, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, MoU antara Pemerintah Indonesia dan Singapura bahwa Pemerintah Indonesia masih dalam persiapan.

Mou ini dapat menjadi sinyal dibuka kembali akses warga Singapura berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kepri, khususnya kawasan pariwisata berskala internasional di Lagoi, Kabupaten Bintan.

Baca Juga: 8 Peserta Tes CPNS di Batam Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kata dia untuk membuka akses pariwisata membutuhkan kesepakatan kedua negara.

"Tidak bisa langsung buka. Kalau buka tanpa kesepakatan, siapa juga yang akan berkunjung kalau kedua negara masih menutup akses tersebut," ucapnya.

Sementara menurut dia pengelola kawasan pariwisata di Lagoi sudah sejak beberapa bulan lalu siap menerima kunjungan wisatawan asal Singapura. Kesiapan pengelola pariwisata Lagoi antara lain penyediaan kawasan khusus untuk wisatawasan asing yang berkunjung ke Lagoi, membangun sistem pelacakan melalui barkode terhadap wisatawan untuk memudahkan penelusuran bila ada yang tertular COVID-19, dan membangun kerja sama dengan RSUP Kepri di Tanjungpinang dan Rumah Sakit Khusus Infeksi di Galang, Batam.

"Sekitar 5000 orang yang bekerja di Lagoi sudah divaksin," ucapnya.

Buralimar berharap MoU antara Pemerintah Indonesia dan Singapura segera disepakati sehingga pada Oktober 2021 dapat dilaksanakan kedua negara. Ia merasa optimistis Pemerintah Singapura menyetujui, dan membuka akses masyarakatnya untuk berlibur di Lagoi.

Baca Juga: Seorang Siswa di Batam Disebut Meninggal karena Vaksin, Ternyata Sakit Asma

"Kenapa wisatawan asal Singapura menjadi primadona, karena bertetangga dengan Bintan, ada kapal yang bisa mengangkut penumpang dari negara itu langsung ke pelabuhan di Lagoi. Sebelum pandemi, turis asal Singapura terbanyak berkunjung ke Lagoi," katanya.

Saat ini, menurut dia, sejumlah investor dari berbagai negara mulai membangun tujuh hotel berbintang di kawasan pariwisata berskala internasional di Lagoi yakni Four Points by Sheraton, Hotel Indigo, Holiday Inn, Alilla Villas Bintan, The Haven, Chiva-Som Bintan, dan D'Prima Budget Hotel.

"Ada harapan besar sektor pariwisata di Bintan, khususnya Lagoi kembali bangkit. Pendirian hotel baru sebagai bentuk optimisme para pengusaha bahwa ada harapan besar sektor pariwisata di Lagoi, bangkit," ujarnya.

Saat ini, hotel dan restoran Lagoi sudah membuka diri melayani wisatawan domestik. Sementara untuk wisatawan asing, perlu mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Kebijakan itu semata-mata untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Sebanyak 10 hotel dan restoran yang masih beroperasi di Lagoi. Hotel dan restoran itu yakni Nirwana Gardens, The Banyan Tree, Angsana Resorts, Cassia Bintan, Ria Bintan Lodge, Natra Bintan, Anmon Resorts, Holiday Villa, Kamuella Villas, dan The Sanchaya.

Aktivitas di hotel dan restoran itu dikurangi atau disesuaikan dengan kondisi saat ini. Begitu pula dengan jumlah karyawannya, pemilik hotel dan restoran berupaya tidak memangkasnya, meski dalam kondisi sulit.

"Namun waktu kerja para karyawan dikurangi," katanya.

Sementara hotel dan restoran di Lagoi yang sudah tidak beroperasi lagi selama pandemi COVID-19 yakni ClubMed, Movenpick Hotel, Bintan Service Apartment, Doulos Phos, Grand Lagoi dan
Bintan Lagoon Golf & Villa.

"Dalam 1,5 tahun sebanyak enam hotel dsn restoran yang tidak mampu bertahan," ucapnya.

(antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait