Hak Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Pandemi Covid-19 di Batam

Stigma atau nilai buruk yang masih melekat sehingga menghambat para ABK ini, dalam bergaul dengan teman sebaya.

Dinar Surya Oktarini
Selasa, 31 Agustus 2021 | 11:55 WIB
Hak Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus dan Pandemi Covid-19 di Batam
Pendidikan Bagi Anak Berkebutuhan Khusus. (Suara.com/fernando)

“Selain itu, kami juga guru-guru di sini sering dan rutin melakukan parenting ke sekolah-sekolah juga ke beberapa rumah. Hal itu ternyata membantu sekali apalagi untuk masyarakat atau orangtua yang kami ajak untuk bersama-sama ramah kepada anak-anak ABK,” terangnya saat ditemui di SLB Putrakami, Selasa (31/8/2021).

Baik orangtua dan anak sendiri, diakuinya tentunya tidak ingin berada dalam kondisi seperti itu, untuk itu saat ini pentingnya pendidikan dan bimbingan menjadi faktor penting yang tidak hanya membekali anak, namun juga bagi kedua orangtuanya.

“Karena kalau ditanya, anak-anak ABK juga tidak ingin terlahir dengan kondisi seperti itu. Tapi kenapa mereka hadir di tengah-tengah kita? Agar kita bisa menerima mereka, juga agar kita bisa memanusiakan manusia,” tegasnya.

Di awal tahun 2020, virus Covid-19 dideteksi ada di Indonesia, banyak kegiatan di luar rumah maupun ruangan kemudian terpaksa ditiadakan.

Baca Juga:Kabar Duka, Wahendra Tewas Akibat Sakit Gigi saat Melaut

Tidak terkecuali proses belajar-mengajar atau pendidikan, dan seluruh sekolah juga kampus dituntut memberikan bahan ajar secara daring, terutama di Batam, Kepulauan Riau yang masih berlangsung hingga saat ini.

Namun sistem pembelajaran seperti ini, ternyata sulit dilakukan oleh ABK, yang memiliki masing-masing masalah dalam beradaptasi dengan kebiasaan baru.

“Akhirnya kami minta izin ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau untuk menyelenggarakan belajar tatap muka. Tentu dengan penjelasan serta pertimbangan bahwa siswa di sini butuh penanganan khusus, dan hal itu bakal sulit dilaksanakan jika sepenuhnya dilakukan secara daring,” katanya.

Selama pandemi ini, SLB Putrakami Batam terpaksa harus mengurangi jumlah murid di tiap kelas.

Lantaran sudah mendapat izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, maka proses belajar-mengajar pun musti disertai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga:Semangat Vaksinasi Merdeka, Dijemput Odong-odong dan Dapat Undian Sepeda Motor

Salah satu bentuk penerapan prokes, dimana normalnya setiap ruang kelas di SLB Putrakami Batam diisi 10 siswa atau kurang, saat ini, tiap kelas dibatasi hanya diisi oleh tiga siswa saja.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini