alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Informasi Lengkap 904 formasi CPNS dan PPPK Pemprov Kepri

M Nurhadi Kamis, 01 Juli 2021 | 09:47 WIB

Informasi Lengkap 904 formasi CPNS dan PPPK Pemprov Kepri
Ilustrasi PNS/ASN di Kepri (Antara)

Ansar turut mendorong BKPSDM memfasilitasi masyarakat mendaftar secaraonlinemaupunoffline.

SuaraBatam.id - Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kepri secara resmi mulai membuka pendaftaran 904 formasi CPNS dan PPPK tahun 2021, Rabu.

Kepala Bidang Pengadaan, Informasi Kepegawaian, dan Penilaian Kinerja BKPSDM Provinsi Kepri Feri Caloso mengatakan pengumuman pendaftaran CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dapat diakses di laman http://kepriprov.go.id dan http://bkpsdm.kepriprov.go.id.

"Di laman itu sudah dijelaskan tentang mekanisme pendaftaran CPNS Provinsi Kepri dan PPPK tahun 2021," kata Feri kepada Antara.

Feri menyampaikan 904 formasi CPNS dan PPPK di daerah itu terdiri dari 36 formasi CPNS dan 868 untuk PPPK.

Baca Juga: Pendaftaran CPNS Dibuka Hari Ini, Silakan Daftar Online di https://sscasn.bkn.go.id

Dia merincikan untuk lowongan CPNS, yakni tenaga kesehatan 19 formasi dan tenaga teknis 17 formasi.

"Khusus PPPK, seluruhnya formasi guru," jelasnya.

Lanjutnya menyampaikan tempat pelaksanaan tes CPNS akan berlangsung di Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak. Sedangkan untuk PPPK akan dilakukan di sekolah yang sudah memiliki UNBK.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad meminta BKPSDM menjelaskan secara rinci dan transparan terkait proses pendaftaran CPNS 2021 agar masyarakat tidak kebingungan saat hendak mendaftar.

Ansar turut mendorong BKPSDM memfasilitasi masyarakat mendaftar secara online maupun offline, mengingat kemungkinan terjadinya gangguan pendaftaran jika semuanya difokuskan secara online.

Baca Juga: Resmi Dibuka, Ini Link Pengumuman Pendaftaran CPNS dan PPPK Pemprov Riau

"Kalau secara offline tentu harus diatur sedemikian rupa supaya tidak menimbulkan kerumunan di tengah pandemi COVID-19," tutup Ansar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait