alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sewa Modem Laris Manis Selama WFH, Potensi Untung Saat Pandemi

M Nurhadi Kamis, 24 Juni 2021 | 17:39 WIB

Sewa Modem Laris Manis Selama WFH, Potensi Untung Saat Pandemi
Ilustrasi perempuan pengguna media sosial di internet. (Shutterstock)

Penyewaan untuk segmen ritel juga meningkat 54 persen pada minggu yang sama jika dibandingkan dengan bulan lalu.

SuaraBatam.id - Kasus COVID-19 yang memburuk di Indonesia memaksa pemerintah melaksanakan kembali Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah.

Hal tersebut menyebabkan banyak perusahaan meminta karayawannya bekerja dari rumah, work from home (WFH).

Catatan TravelWifi Indonesia, perusahaan penyedia WiFi rental menunjukkan adanya peningkatan penyewaan modem TravelWifi secara pesat setelah diberlakukan kembali WFH.

"Peningkatan penyewaan modem khusus segmen korporasi sangat signifikan pada minggu ketiga Juni 2021. Kurang lebih jika dibandingkan bulan sebelumnya meningkat hingga 223 persen," kata Raditya Firman selaku CEO TravelWifi Indonesia dalam keterangannya pada Kamis (24/6/2021).

Baca Juga: 153 Pedagang Positif Covid-19, Tersebar di 28 Pasar Tradisional

Ditambah lagi, penyewaan untuk segmen ritel juga meningkat 54 persen pada minggu yang sama jika dibandingkan dengan bulan lalu.

Ilustrasi modem (Unsplash)
Ilustrasi modem (Unsplash)

"Beberapa alasan perusahaan besar seperti Hyundai, Hitachi, OTIS, memilih TravelWifi karena dapat menyewa modem yang sudah termasuk mendapatkan paket datanya dan juga mudah digunakan tanpa perlu pasang simcard atau tarik kabel dan menunggu teknisi datang," katanya kepada Antara.

Begitu modem dikirimkan untuk karyawan cukup dinyalakan saja langsung bisa digunakan. pengaturan internet dapat tersentral diatur oleh perusahaan.

TravelWifi menghadirkan teknologi CloudSim yang menjaga kestabilan internet, "pengguna akan selalu mendapatkan sinyal dan juga switchable multi operator. TravelWifi banyak dipakai oleh perusahaan manufaktur, bank, edukasi, startup hingga pemerintahan untuk men-support karyawannya".

Baca Juga: Paling Tinggi, Sehari Kasus Covid-19 di Bogor Capai 310 Orang

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait