alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Covid-19 Varian Delta dan Beta Belum Ditemukan di Kepulauan Riau

M Nurhadi Kamis, 24 Juni 2021 | 15:16 WIB

Covid-19 Varian Delta dan Beta Belum Ditemukan di Kepulauan Riau
Varian Dela (Envato)

"Untuk tipe beta dan delta sampai saat ini belum ada di Kepri," kata Kepala BTKL-PP Kelas I Batam Budi Santosa.

SuaraBatam.id - Hingga saat ini belum ditemukan COVID-19 varian delta dan beta di Kota Batam dan kabupaten lain di Provinsi Kepulauan Riau, berdasarkan pemeriksaan laboratorium dari Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Kelas I setempat.

"Untuk tipe beta dan delta sampai saat ini belum ada di Kepri," kata Kepala BTKL-PP Kelas I Batam Budi Santosa, Kamis (24/6/2021).

Untuk diketahui, pihak terkait terus mengirim spesimen pasien terinfeksi virus corona ke Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan guna memantau varian virus corona yang tersebar di Kepri.

Ia mengatakan, pihaknya mengirimkan 474 sampel pada 11 Juni 2021 dan 23 sampel pada 15 Juni 2021. Dan dari total itu, baru 86 yang selesai diperiksa.

Baca Juga: Gara-gara Lama Ditangani, Wakapolres Jaksel Ikut Evakuasi Pasien Covid-19 Kritis ke RS

"Semuanya non-varian baru," kata dia.

Sementara 411 sampel lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan di Jakarta.

Hingga kini baru diketahui dua varian baru COVID-19 yang terdapat di Kepri, yaitu B1525 pada seorang pekerja migran Indonesia yang pulang dari luar negeri dan singgah di Tanjungpinang dan B 1.1.7 pada seorang warga Batam.

Ia melanjutkan, B1525 masuk ke dalam variant of interest (VOI), kelompok virus yang dianggap tidak berbahaya dan mengkhawatirkan.

"Sampel ini berasal dari PMI dan masyarakat Kepri dengan nilai CT di bawah 25," kata dia kepada Antara.

Baca Juga: Kuatkan Warga di Pemakaman Covid-19, Anies Baswedan: Air Mata Tak Berhenti Mengalir

Untuk diketahui, B 1.1.7 masuk ke dalam Varian of concern VOC tipe Alpha, kelompok virus yang dianggap lebih berbahaya lebih mematikan dan lebih resisten terhadap vaksin dan obat yang ada.

Baca Juga

Berita Terkait