alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Seorang Warga Batam Alami Mati Rasa Sebagian Tubuh Usai Divaksin Covid-19

M Nurhadi Senin, 21 Juni 2021 | 14:59 WIB

Seorang Warga Batam Alami Mati Rasa Sebagian Tubuh Usai Divaksin Covid-19
ILUSTRASI-Kerumunan vaksinasi di Mega Mall Batam Center, Kamis (17/6/2021) pagi (Facebook/ Kiriman Rian Suttan Se'ago-ago)

Seorang wanita dari Batam mengalami mual, sakit kepala, sakit perut, dada sesak hingga setengah badan mengalami mati rasa usai vaksinasi.

SuaraBatam.id - Sebuah unggahan di media sosial Facebook viral di media sosial usai menceritakan gejala yang dialami usai menerima vaksin Covid-19.  Dalam unggahannya itu, disebutkan wanita dari Batam mengalami mual, sakit kepala, sakit perut, dada sesak hingga setengah badan mengalami mati rasa.

Dalam unggahan tersebut, akun dengan nama Abdul Rasyid Halomoan Sipahutar itu menjelaskan awalnya tetangganya tersebut melakukan vaksinasi di Mediterania.

"Namun setelah 1 jam setelah vaksin pada tanggal 17-06-2021 saudari nani demam panas tinggi dan sakit kepala. Dan sampai malam harinya tepat pukul 21.39 saudari nani mengalami kesakitan pada baguan tubuh sebelah kanan(mati sebelah) Kerna kami pikir ini memang efek samping dari vaksin asra kami cuma menanganinya dengan memberi parasitomol dan air kelapa muda dan susu beruang," tulisnya.

Namun, gejala yang ditunjukkan oleh pasien tersebut justru kian menjadi, seperti mati rasa sebelah badan, mual, pusing, sakit kepala sesak nafas hingga sakit perut.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Sinopharm

"Jadi tadi malam kemi memutuskan untuk menelpon " FASKES RUMKITBAN 01.08.93 " dan kami mendapat jawaban dari faskes rumkitban denfan dr.Rismawati,Sp OG Beliau menganjurkan agar dibawa kerumah sakit. Maka tadi malam tepat pukul 20.00 kami membawa saudari nani ke rumah sakit elisabet batam center," ujarnya lagi.

Beruntung, usai menerima obat dari dokter, gejala yang dialami oleh pasien tersebut berangsur membaik. Namun, ternyata obat yang diberikan tersebut tidak di-cover oleh BPJS sehingga pasien membayar secara penuh. Tidak lama kemudian gejala kembali muncul.

"Namun yg di sesalkan saudari nani memakai bpjs namun kata pihak rumah sakit evek dari vaksin tidak di tanggung bpjs. Maka kami melakukan pembayaran sebesar 462.300 Namun pagi ini efek dari vaksin semakin menjadi2. Menyarang kepla saudari nani," ujar dia.

Ia lantas mempertanyakan bagaimana cara menindaklanjuti adanya efek dari vaksin tersebut. Ia menyayangkan biaya yang harus mereka keluarkan akibat efek dari vaksin tersebut.

"Pagi ini kami kan coba bawa kepuskesmas batam kota," tulisnya lagi.

Baca Juga: Cara Daftar Vaksin COVID-19 di Kota Tangerang Lewat Online, Mudah Tak Pakai Antre

Belum diketahui kebenaran dari kabar ini. Namun, unggahan tersebut membuat banyak warganet mengungkapkan rasa kecewa mereka terhadap minimnya informasi hingga layanan yang diberikan pemerintah.

Baca Juga

Berita Terkait