alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pembangkit Rusak, Pemadaman Listrik di Karimun Terjadi 4 Jam Hingga Waktu Tak Ditentukan

M Nurhadi Selasa, 15 Juni 2021 | 16:12 WIB

Pembangkit Rusak, Pemadaman Listrik di Karimun Terjadi 4 Jam Hingga Waktu Tak Ditentukan
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suku cadang dari alat pembangkit listrik tersebut hanya ada di Jakarta dan membutuhkan waktu untuk pengiriman

SuaraBatam.id - Listrik di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau akan sedikit terganggu lantaran adanya pemadaman bergilir menyusul kerusakan pembangkit milik PLN pada Selasa (15/6/2021).

Manajer Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) PLN Rayon Tanjungbalai Karimun, Djaswir mengaku belum bisa memastikan sampai kapan pemadaman bergilir berlangsung.

Namun, ia memastikan perbaikan kerusakan mesin pembangkit tersebut hingga kini terus diusahakan.

"Ini di luar kendali kita. Kondisi kerusakan ini memang sama-sama tidak kita inginkan," kata Djaswir.

Baca Juga: KSPI: PLN Rajanya Buruh Outsourcing di Indonesia

Terlebih, suku cadang dari alat pembangkit listrik tersebut hanya ada di Jakarta dan membutuhkan waktu untuk pengiriman.

Berbagai upaya dilakukan dalam melakukan perbaikan, agar kondisi dapat normal kembali. Bahkan PLN Karimun telah melakukan koordinasi dengan PLN Tanjungpinang.

"Suku cadang untuk perbaikan dikirim dari Jakarta. Kita sudah order dan perkiraannya akan tiba pada Jumat mendatang," ucapnya, melansir Batamnews --jaringan Suara.com.

Ia menambahkan, pemadaman secara bergilir tersebut dilakukan selama 4 jam. Dengan jadwal wilayah yang akan disesuaikan dengan lokasi perbaikan.

Manager ULP Rayon Tanjungbalai Karimun itu juga menyampaikan permintaan maaf kepada pelanggan atas ketidak nyamanan ini dan berharap masyarakat dapat mengerti dan menghemat pemakaian listrik.

Baca Juga: Sopir Salah Injak Pedal Gas, Truk Ekspedisi Seruduk Ruko dan Klinik Dokter

"Kita minta maaf, untuk sementara kita minta keapda pelanggan agar berhemat pakainlistrik dan mematikan peralatan yang tidak digunakan, sampai kondisi kembali seperti normal," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait