WHO Umumkan Tiga Varian Corona Paling Ganas, Dua Sudah Ada di Indonesia

WHO telah mencatat 3 jenis 'variant of concern' atau varian Corona yang mutasinya lebih ganas dari lainnya.

M Nurhadi
Kamis, 06 Mei 2021 | 13:55 WIB
WHO Umumkan Tiga Varian Corona Paling Ganas, Dua Sudah Ada di Indonesia
Varian virus Covid-19 dari Inggris, B117. [Lennart Preiss/AFP]

SuaraBatam.id - Bersama dengan sejumlah peneliti, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganalisis adanya sejumlah perubahan pada varianSARS-COV-2 yang merupakan penyebab virus corona.

Sejumlah faktor seperti perubahan dalam penularan, gejala klinis dan keparahan, atau pelaksanaan tindakan pencegahan juga turut diteliti oleh sejumlah peneliti.

Hingga saat ini, WHO telah mencatat 3 jenis 'variant of concern' atau varian Corona yang mutasinya lebih ganas dari lainnya.

Varian ini menunjukkan sejumlah peningkatan dalam penularannya, keparahan penyakit misalnya peningkatan rawat inap atau kematian, penurunan signifikan dalam netralisasi antibodi, hingga penurunan efektivitas dalam pengobatan.

Baca Juga:Update Covid-19 Global: Varian Baru Virus Corona India Menyebar Makin Luas

Sejumlah fakto yang jadi pertimbangan diantaranya,

-Adanya bukti berdampak pada diagnostik, perawatan, atau vaksin

-Mengganggu uji diagnostik

-Bukti penurunan netralisasi yang signifikan oleh antibodi yang dihasilkan selama infeksi atau -vaksinasi sebelumnya

-Bukti berkurangnya perlindungan akibat vaksin dari penyakit parah

Baca Juga:Duhh! 49 Warga Negara India Tiba di Indonesia Dinyatakan Positif Covid-19

-Adanya peningkatan penularan dan keparahan penyakit.

Berikut 3 varian mutasi 'ganas' COVID-19 yang jadi perhatian WHO

B117

Pertama kali terdeteksi: Inggris

- Adanya peningkatan transmisi sebesar 50 persen

- Potensi peningkatan keparahan berdasarkan tingkat rawat inap dan angka kematian kasus

- Dampak minimal pada netralisasi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi

Varian ini diperkirakan sudah masuk ke Indonesia per Januari 2021

P.1

Pertama kali terdeteksi: Brazil

- Terdapat bukti varian ini mempengaruhi penularan dan kemampuan antobodi yang dihasilkan baik dari

infeksi maupun vaksinasi untuk menetralkan virus

- Penurunan kerentanan yang signifikan terhadap pengobatan antibodi monoklonal

- Dampak minimal pada netralisasi antibodi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi

B1351

Pertama kali terdeteksi: Afrika Selatan

- Adanya peningkatan transmisi sebesar 50 persen

- Dampak minimal pada netralisasi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi

- Mempengaruhi netralisasi yang cukup signifikan terhadap pengobatan antibodi monoklonal

Varian yang satu ini diperkirakan sudah masuk ke Indonesia pertengahan April 2021. Perlu upaya yang lebih masif dan luas untuk mengendalikan penyebaran, peningkatan pengujian, dan penelitian untuk menentukan efektivitas vaksin dan pengobatan pada varian tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini