Saingi Amerika, China Bakal Kirim Astronot Tinggal Lama di Bulan

"Jika proyek stasiun penelitian bulan berhasil dilaksanakan, China tidak akan lama lagi akan menempatkan astronaut lewat pendaratan berawak," kata Wu Weiren.

M Nurhadi
Selasa, 16 Maret 2021 | 12:34 WIB
Saingi Amerika, China Bakal Kirim Astronot Tinggal Lama di Bulan
Ilustrasi astronot (Unsplash)

SuaraBatam.id - China berencana menempatkan astronot untuk tinggal di bulan dalam jangka waktu yang lama usai mendirikan stasiun penelitian di bulan.

Tidak hanya penelitian bulan, China juga telah memetakan serangkaian misi tanpa awak pada dekade ini, termasuk mendirikan pangkalan robot untuk menjelajahi wilayah kutub selatan bulan.

"Jika proyek stasiun penelitian bulan berhasil dilaksanakan, China tidak akan lama lagi akan menempatkan astronaut lewat pendaratan berawak," kata Wu Weiren, kepala perancang program eksplorasi bulan China, mengutip News18.

China nampaknya tidak main-main dengan rencana prestisius ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan dengan Rusia terkait pendirian stasiun penelitian Bulan internasional.

Baca Juga:Badan Antariksa Eropa Rekrut Penyandang Disabilitas Jadi Astronot

"Dibandingkan dengan astronaut Amerika yang hanya bisa tinggal selama puluhan jam setelah mendarat di Bulan, astronaut China akan tinggal di Bulan untuk jangka waktu yang lebih lama," kata Wu, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).

"Ini akan menjadi kunjungan jangka panjang di Bulan, bukan perhentian jangka pendek," imbuhnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, China memang gencar melakukan serangkaian misi ke Bulan. Tahun 2020 lalu, China berhasil mengambil batuan bulan dengan misi tanpa awak. Namun China masih tertinggal dari Amerika Serikat dalam hal pengalaman, keahlian, dan teknologi.

Meski China saat ini tidak memiliki roket dengan daya dorong sebanding dengan Amerika, Wu mengklaim, China akan segera membuat teroobosan roket pada 2021-2025. 

"Dalam misi China berikutnya ke bulan, sampel kutub selatan Bulan akan diambil," katanya seperti dikutip Reuters.

Baca Juga:Catat Waktunya! Turki Siap Kirim Astronot ke Bulan pada 2023

Lebih lanjut WU mengatakan misi selanjutnya akan melibatkan survei rinci sumber daya di kutub selatan, dan pengujian teknologi utama dalam persiapan pembangunan stasiun penelitian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini