alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Politisi Demokrat Mau Gusur AHY Disebut Ditawari Jabatan dan Proyek

Pebriansyah Ariefana Jum'at, 05 Maret 2021 | 11:07 WIB

Politisi Demokrat Mau Gusur AHY Disebut Ditawari Jabatan dan Proyek
Suasana di lokasi digelarnya KLB Partai Demokrat di Deli Serdang. [Suara.com/Muhlis]

Iming-iming itu berasal dari oknum di lingkaran kekuasaan.

SuaraBatam.id - Politisi Demokrat peserta KLB yang ingin jatuhkan AHY disebut diiming-imingi jabatan dan proyek. Sehingga mereka ikut KLB Partai Demokrat untuk gusur Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Kata dia pelaku penyelenggara Kongres Luar Biasa (KLB) termotivasi karena diiming-imingi jabatan dan proyek. KLB Partai Demokrat ilegal

Herzaky mendapati informasi soal iming-iming jabatan dan proyek dari para kader dan pemilik suara sah yang diancam karena menolak hadir.

Iming-iming itu berasal dari oknum di lingkaran kekuasaan.

Baca Juga: PD Sumut Minta KLB Dibubarkan, Max: Apa Urusannya, Emang Mereka Maling?

"Oknum kekuasaan tersebut bekerja sama dengan mantan-mantan kader yang bergerak atas dorongan insentif money politics, jabatan, dan proyek, seperti yang dituturkan para kader yang menolak hadir," kata Herzaky dalam keterangan persnya, Jumat (5/3/2021).

Rencana pelaksanaan KLB bodong oleh Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD) merupakan bentuk kesewenang-wenangan oknum kekuasaan.

Oknum tersebut menyalahgunakan kekuasaan dan kemampuan finansialnya untuk merebut paksa kursi Ketua Umum PD dari Ketua Umum PD yang sah berdasarkan hasil Kongres V Tahun 2020 yaitu Agus Harimurti Yudhoyono.

"Dalam mewujudkan ambisi jahatnya, para pelaku GPK-PD selalu menggunakan tipu daya dengan menebar kabar bohong, seakan-akan banyak pemilik suara yang mendukung, seakan-akan ada penjabat penting DPP yang mendukung," ujar Herzaky.

Herzaky pun mengungkap pola catut mencatut tokoh dan kebohongan ini sejak awal isu KLB mencuat.

Baca Juga: Kader Sumut Tolak KLB Demokrat di Deli Serdang: Sudah Pasti Ilegal

"Pola ini sejak awal mereka terapkan ketika mencatut nama Presiden Joko Widodo dan sejumlah anggota kabinet Presiden Joko Widodo," lanjut Herzaky.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait