alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diprediksi, Harga Mobil Bekas Turun Maret 2021 Jika PPnBM 0 Persen Berlaku

Pebriansyah Ariefana Senin, 22 Februari 2021 | 14:50 WIB

Diprediksi, Harga Mobil Bekas Turun Maret 2021 Jika PPnBM 0 Persen Berlaku
Pekerja melakukan perawatan mobil bekas di showroom penjualan mobil bekas WTC Mangga Dua, Jakarta, Rabu, (23/9/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Mereka sebagai menikmat harga mobil bekas akan turun. Hal itu dikatakan Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu.

SuaraBatam.id - Diprediksi harga mobil bekas turun jika kebijakan keringanan PPnBM dari pemerintah agar PPnBM ini nol persen ini berlaku mulai Maret 2021. Sebab salah satu penikmat turunan harga mobil akan turun adalah masyarakat ekonomi menengah ke bawah.

Mereka sebagai menikmat harga mobil bekas akan turun. Hal itu dikatakan Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu.

Kata dia relaksasi PPnBM mobil baru yang akan diluncurkan pada awal Maret 2021 ini merupakan buah dari perjuangan panjang ATPM di bawah Gaikindo.

Upaya meminta keringanan PPnBM dari pemerintah agar PPnBM ini nol persen sudah digulirkan sejak September 2020 dan terus menuai pro-kontra.

Baca Juga: Relaksasi PPnBM Mobil Baru Bikin Gembira Mayoritas Konsumen

“Secara teoritis Gaikindo meyakini perubahan PPnBM berpengaruh positif terhadap pada daya beli masyarakat untuk membeli kendaraan roda empat. Hingga kini pun beberapa pihak masih meragukan efektivitasnya. Pasca Mei nanti baru bisa kita lihat apakah skenario ini berhasil atau tidak,” ujar Yannes saat dihubungi.

Strategi ini hanya dapat dinikmati oleh kelompok masyarakat yang daya belinya tidak terpengaruh luas dari pandemi Covid-19 ini saja. Mereka adalah kelompok ekonomi menengah atas saja.

Sedangkan masyarakat kelompok ekonomi menengah-bawah berpotensi menikmati turunnya harga mobil bekas yang diprediksi akan rontok.

Ia mengatakan jika pemerintah cukup jeli, tentunya tidak akan serta-merta memangkas PPnBM pada kendaraan dengan penjualan tertinggi, seperti misalnya kelompok MPV dan SUV yang termasuk dalam kendaraan penumpang roda dua 1.500cc kebawah.

“Bisa saja dimulai dari kelompok sedan yang persentase penjualannya sangat rendah sehingga tidak langsung memangkas potensi pemasukan kas negara dari pajak kendaraan,” kata pria yang juga akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Baca Juga: Beli Mobil Bebas Pajak 0 Persen Tak Berlaku di Batam, Kok Bisa?

Relaksasi PPnBM akan dilakukan secara bertahap, yakni PPnBM nol persen pada Maret-Mei, PPnBM 50 persen pada Juni-Agustus dan PPnBM, 25 persen pada September-November.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait