alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Suka Nonton ISIS, Remaja Rencanakan Serang Teror di 2 Masjid Singapura

M Nurhadi Kamis, 28 Januari 2021 | 12:36 WIB

Suka Nonton ISIS, Remaja Rencanakan Serang Teror di 2 Masjid Singapura
Ilustrasi ISIS. (Suara.com/Ema Rohimah)

Kepolisian mengklaim remaja itu juga senang menonton video siaran langsung dalam aksi teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru 2019 lalu.

SuaraBatam.id - Seorangr emaja 16 tahun diduga berencana melakukan serangan teroris yang menyasar dua masjid Singapura. Saat ini, remaja tersebut sudah diamankan polisi.

remaja tersebut nekat merencanakan aksi teroris karena terinspirasi tragedi Cristchurcht pada tahun 2019. Pihak berwajib menyebut remaja yang digambarkan sebagai 'orang Kristen Protestan dari etnis India' ini, jadi orang pertama yang ditahan karena menyembunyikan pandangan ekstrimis sayap kanan.

"Dia meradikalisasi diri, dimotivasi oleh antipati yang kuat terhadap Islam dan ketertarikan pada kekerasan," kata sebuah pernyataan dari Kementerian Dalam Negeri Singapura, dilansir di ABC, Kamis (28/1/2021).

Keterangan yang sama juga menyebut, kepolisian mengklaim remaja itu senang menonton video siaran langsung dalam aksi teroris di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru 15 Maret 2019 lalu.

Baca Juga: 5 Terduga Teroris Aceh Diduga 2 Tahun Terlibat Jaringan Terorisme

Bahkan, ia berulang kali membaca catatan dari Brenton Tarrant, pelaku sekaligus dalang aksi terorisme di Christchurch.  Tarrant adalah warga negara Australia yang menembak dan membunuh 51 orang.

Tidak hanya itu, aksi terorismenya tersebut menyebabkan 40 orang lainnya terluka. Dia mengaku bersalah atas pembunuhan dan terorisme dan dijatuhi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Terinspirasi dari Tarant, remaja itu berencana menyerang Masjid Assyafaah dan Masjid Yusof Ishak pada 15 Maret menggunakan parang. Tanggal yang sama jadi inspirasi remaja itu melakukan aksinya.

"Seperti Tarrant, pemuda itu bermaksud mengemudi di antara dua lokasi penyerangan. Karena itu, ia menyusun rencana untuk mendapatkan kendaraan yang digunakan selama penyerangan," tulis pemerintah, melalui Ayojakarta (jaringan Suara.com).

Guna memuluskan aksinya, remaja itu juga membeli rompi taktis secara daring yang ia gunakan sebagai simbol pro sayap kanan.

Baca Juga: Covid-19, Selandia Baru Kemungkinan Perketat Perbatasan Sepanjang Tahun Ini

Ia juga berencana memasang kamera memodifikasi yang berfungsi menyiarkan langsung serangan tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait