Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus COVID-19 batam Kembali Catat Rekor, Total Ada 1.238 Pasien

M Nurhadi Selasa, 22 September 2020 | 14:22 WIB

Kasus COVID-19 batam Kembali Catat Rekor, Total Ada 1.238 Pasien
Ilustrasi mobil ambulans membawa pasien Covid-19. [ANTARA/Rivan Awal Lingga]

Berdasarkan pemaparan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, ada 67 kasus baru pada Selasa (22/9/2020).

SuaraBatam.id - Perkembangan wabah virus corona di Kota Batam, Kepulauan Riau kembali memecahkan rekor, hanya berselang lima hari sejak kasus tertinggi, Jumat (18/9/2020) pekan lalu.

Berdasarkan pemaparan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, ada 67 kasus baru pada Selasa (22/9/2020). Jumlah ini terdiri dari 42 orang laki-laki dan 25 orang perempuan yang dinyatakan positif Covid-19.

"Data ini merupakan hasil pemeriksaan swab oleh tim analis Laboratorium BTKL PP dan Analis Laboratorium RSKI Covid-19 Galang berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil penelusuran (tracing)," kata Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Senin (22/9/2020).

Dengan penambahan kasus baru ini maka secara akumulatif ada 1.238 kasus COVID-19 di Batam. Dengan rincian, 543 orang sedang dirawat, 652 orang dinyatakan sembuh dan 43 orang meninggal dunia.

Pasien terbanyak berasal dari klaster karyawan swasta dengan jumlah 44 kasus. Sementara 23 kasus baru sisanya, berasal dari kalangan ibu rumah tangga, wiraswasta, ASN Pemko Batam, ASN BP Batam, mahasiswa dan anak-anak.

Padahal, pada Jumat lalu, 53 kasus baru menjadi rekor tertinggi di Batam dalam satu hari.

Lonjakan kasus ini membuat Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad turut angkat bicara. Pihaknya berharap agar pihak perusahaan dapat lebih tegas lagi dalam penerapan protokol kesehatan di lingkungan kerja. 

“Kembali protokol kesehatan itu yang diterapkan secara ketat lagi,” katanya, melansir Batamnews (jaringan Suara.com).

Ia juga mewanti-wanti agar para karyawan swasta yang memiliki kontak erat dengan rekan yang terpapar Covid-19, agar dapat memberitahukan kepada tenaga medis. Sehingga upaya penghentian rantai penyebaran Covid-19 lebih maksimal.

“Lebih terbuka lagi, supaya tuntas,” pungkasnya/

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait