Batam

Kabur dari Batam, Pelaku Investasi Bodong Rp 12,9 M Diringkus di Manado

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diperoleh keterangan bahwa ada kurang lebih 11 orang yang menjadi korban.

Husna Rahmayunita

Ilustrasi investasi bodong. (Shutterstock)
Ilustrasi investasi bodong. (Shutterstock)

SuaraBatam.id - Dit Reskrimum Polda Kepri meringkus V alias K, terduga pelaku investasi bodong senilai Rp 12,9 miliar.

Warga Batam tersebut berhasil diamankan oleh petugas di sebuah rumah kos, di Manado, Sulawesi Utara pada Senin (13/7/2020).

Penangkapan pelaku ini bermula dari laporan seorang korban merasa ditipu hingga mengalami kerugian Rp 12,9 miliar.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri, AKBP Priyo Prayitno menuturkan, pelaku melancarkan aksi penipuan dengan modus investasi ilegal saya bekerja sebagai kasir money charger.

K diketahui bekerja sebagai kasir money changer di kawasan Nagoya, Batam

Setelah merasa aksinya mulai terendus, K berusa kabur dari Batam. Bahkan sampai menjual rumahnya untuk menghilangkan jejak.

"Ketika perbuatannya sudah mulai dicurigai oleh korban-korbannya, V alias K ini melarikan diri dan meninggalkan Kota Batam, serta menjual rumahnya yang berada di Batam sehingga tidak bisa dihubungi lagi serta tidak diketahui lagi keberadaannya," kata Priyo seperti dikutip dari Batamnews.co.id--jaringan Suara.com, Rabu (22/7/2020).

Polisi lantas melakukan pelacakan. Hasilnya, jejak K terdeteksi di Manado dan langsung mengamankannya.

Setelah ditangkap, kata Priyo, pelaku sempat diperiksa di polres setempat sebelum akhirnya diboyong ke Batam pada 18 Juli 2020 lalu.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, diperoleh keterangan bahwa ada kurang lebih 11 orang yang menjadi korban.

Salah satu korban investasi bodong atau fiktif tersebut merupakan Warga Negara Malaysia. .

"Selama menjalankan aksinya, tersangka berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 12 miliar lebih," kata Priyo memungkasi.

Berita Terkait

Berita Terkini