Eko Faizin
Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:57 WIB
Ilustrasi garis polisi kasus penusukan. [Pixabay]
Baca 10 detik
  • Pria berinisial AS tewas ditusuk 25 kali oleh rekannya berinisial M di Batam Kota pada Minggu (25/10/2026).
  • Peristiwa berdarah tersebut dipicu oleh dendam lama serta persaingan asmara di antara kedua pria yang saling mengenal.
  • Korban sempat memohon agar penusukan dihentikan, tetapi tersangka tetap melanjutkan serangan hingga korban meninggal dunia di lokasi.

SuaraBatam.id - Kasus penusukan berujung maut terjadi di sebuah kamar kos di Ruko Niaga Mas, Kelurahan Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Batam pada Minggu (25/10/2026).

Seorang pria berinisial AS meninggal dunia dengan 25 luka tusukan setelah terlibat perkelahian dengan rekannya, M (39).

Persaingan asmara terhadap seorang perempuan, ditambah dendam lama, diduga menjadi berujung tragedi berdarah antar dua pria tersebut.

Kapolsek Batam Kota, AKP Benny Syahrizal, mengatakan ketiganya saling mengenal. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh polisi, korban dan tersangka diduga sama-sama menyukai NA.

"Motif utamanya pelaku sakit hati karena sering dihina dan dimaki korban. Selain itu, mereka ini berteman, tapi sepertinya masing-masing, baik pelaku maupun korban, sama-sama menyukai cewek ini (saksi NA). Akhirnya terjadilah cekcok berujung maut," ujar Kapolsek dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan kronologi yang disampaikan polisi, kasus pembunuhan bermula ketika NA mendatangi kamar kos M untuk mengambil koper.

Tak lama berselang, AS datang dalam keadaan emosi. Korban disebut menendang pintu kamar sebelum terlibat cekcok dengan M.

Pertengkaran kemudian berubah menjadi perkelahian fisik. AS diduga memukul punggung M menggunakan helm.

Di tengah keributan, korban disebut hendak mengeluarkan pisau hingga keduanya terlibat perebutan senjata tajam tersebut. Pisau itu akhirnya dikuasai M.

Tersangka kemudian diduga menusuk korban berkali-kali dari arah belakang.

"Korban datang mendobrak pintu, langsung cekcok dan berantem. Korban hendak mengeluarkan pisau, namun mereka berebut hingga pisau itu akhirnya dikuasai pelaku. Pelaku kemudian membalas dan menusuk korban dari belakang berkali-kali," kata Benny.

Sempat Memohon agar Penusukan Dihentikan

Keributan tersebut membuat NA panik. Ia sempat berteriak meminta pertolongan dan berusaha melerai keduanya.

Pemilik kos juga sempat menegur mereka agar menghentikan pertengkaran. Namun, kekerasan diduga berlanjut.

Setelah sempat keluar dari kamar, M disebut kembali masuk dengan membawa kayu broti. Tersangka diduga memukul korban menggunakan kayu tersebut, lalu kembali melakukan penusukan.

Load More