- Humas PLN Batam Yoga mengonfirmasi bahwa pemadaman listrik total disebabkan oleh seekor monyet.
- Kawanan monyet terpantau masih berkeliaran di sekitar Gardu Induk Sei Harapan pada Selasa 13 Oktober 2026.
- Petugas keamanan melarang awak media masuk ke area operasional demi mematuhi prosedur keselamatan kerja instalasi.
SuaraBatam.id - Penyebab gangguan sistem kelistrikan yang membuat terjadi pemadaman total atau blackout di Batam hingga wilayah Kepulauan Riau (Kepri) akhirnya terungkap.
Humas PLN Batam, Yoga, mengonfirmasi bahwa gangguan pemadaman listrik total tersebut dipicu oleh seekor monyet.
"Ya betul seekor monyet," ungkapnya dikutip dari Batamnews--jaringan Suara.com.
Namun, sehari setelah pemadaman terjadi, kawanan monyet masih terlihat berkeliaran di sekitar Gardu Induk 150 kV Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Batam.
Pantauan dari luar pagar pembatas kawasan pada Selasa (13/10/2026) sore menunjukkan sejumlah monyet duduk di jalan beraspal dan berlarian di sekitar belakang gerbang utama gardu induk.
Kawanan satwa itu terlihat beraktivitas di area yang diperkirakan berjarak sekitar 150 meter dari titik operasional utama gardu, tempat berbagai instalasi kelistrikan bertegangan tinggi berada.
Gardu Induk 150 kV Sei Harapan merupakan salah satu fasilitas penting dalam sistem kelistrikan Batam.
Di dalam kawasan terdapat menara besi, jaringan kabel, dan transformator yang dilindungi pagar khusus.
Keberadaan monyet di sekitar objek vital kelistrikan itu menjadi perhatian setelah gangguan yang dipicu satwa tersebut menyebabkan pemadaman listrik dalam skala luas.
Sementara itu, sejumlah petugas teknis terlihat bekerja di dalam kawasan gardu dengan mengenakan helm keselamatan.
Namun, awak media belum memperoleh izin masuk sehingga belum dapat memastikan apakah aktivitas tersebut berkaitan dengan pemeriksaan pascagangguan atau pekerjaan rutin.
Petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk menyatakan peliputan hanya diperbolehkan dari luar kawasan.
Pembatasan itu diberlakukan dengan mempertimbangkan prosedur keselamatan di lingkungan instalasi bertegangan tinggi.
"Untuk di dalam tidak boleh masuk karena harus ada SOP-nya, kalau dari luar boleh," ujar petugas tersebut.
Ia menambahkan, pihaknya belum menerima izin maupun arahan dari pimpinan untuk mengizinkan peliputan secara langsung di area operasional gardu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
Terkini
-
PLN Batam Ungkap Penyebab Blackout di Kepri: Monyet
-
Warga Batam Diminta Waspada: Kualitas Udara Memburuk, Jarak Pandang Terbatas
-
Bahlil Ungkap Penyebab Blackout PLN Batam: Kemungkinan Kelelawar
-
BRI Borong 36 Penghargaan TBCCI 2026 Berkat Inovasi Layanan BRImo dan Sabrina
-
Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi