Eko Faizin
Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:21 WIB
Ilustrasi pemadaman listrik. [Unsplash/Rodion Kutsaiev]
Baca 10 detik
  • Pemadaman listrik total di Tanjungpinang dan Bintan sejak Rabu, 14 Oktober 2026, memicu kemarahan warga.
  • Berbagai organisasi masyarakat menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor PLN Jalan Bakar Batu.
  • Warga menuntut transparansi penyebab kerusakan, kepastian pemulihan, serta penerapan sistem listrik bergilir setiap enam jam.

Warga mempertanyakan penyebab pasokan listrik belum kembali normal di seluruh wilayah terdampak. Mereka juga menyoroti informasi yang beredar di media sosial mengenai gangguan pada gardu induk.

Warga berharap PLN memberikan penjelasan terbuka mengenai penyebab gangguan, kondisi sistem kelistrikan, serta langkah yang dilakukan untuk memulihkan pasokan.

PLN UP3 Tanjungpinang sebelumnya telah menyampaikan bahwa upaya pemulihan dilakukan secara bertahap.

Manager PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widanarto, dalam rilis 12 Oktober 2026, mengatakan petugas terus berupaya menormalkan pasokan listrik dengan mengutamakan keselamatan petugas dan keamanan sistem kelistrikan.

PLN juga menyatakan pemantauan dan koordinasi terus dilakukan untuk mempercepat pemulihan di seluruh wilayah terdampak.

"PLN akan terus menyampaikan perkembangan penanganan gangguan berdasarkan kondisi di lapangan dan informasi yang telah terverifikasi," demikian keterangan resmi PLN UP3 Tanjungpinang.

Di tengah gangguan yang dikeluhkan warga, harapan akan pemulihan listrik segera dituntaskan semakin menguat.

Masyarakat juga meminta PLN memberikan informasi berkala yang jelas, mengingat listrik merupakan kebutuhan penting untuk menunjang aktivitas rumah tangga, pekerjaan, pendidikan, hingga kegiatan usaha.

Load More