- Sejumlah wilayah Kabupaten Bintan mengalami pemadaman listrik total selama tiga hari sejak Senin, 12 Oktober 2026.
- Pemadaman listrik tersebut menyebabkan warga setempat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih serta gangguan jaringan komunikasi.
- Gangguan kelistrikan ini diduga bersumber dari Gardu Induk Sei Harapan Batam dan masih dalam investigasi PLN.
SuaraBatam.id - Sejumlah wilayah Kabupaten Bintan dilaporkan masih dilanda pemadaman listrik total atau blackout hingga Rabu 14 Oktober 2026 pagi.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena pemadaman tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada pasokan air bersih dan jaringan komunikasi.
Sejumlah warga mengaku belum menikmati aliran listrik sejak blackout. Salah seorang warga mengaku listrik di wilayah keluarganya belum menyala sama sekali sejak Senin (12/10/2026).
"Ini masuk hari ketiga. Dari Senin itu belum ada hidup sama sekali," ujarnya kepada Batamnews--jaringan Suara.com, Rabu (14/10/2026).
Kondisi semakin sulit karena pasokan air bersih juga terganggu. Warga yang memiliki sumur terpaksa mengambil air secara manual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurutnya, hingga sekitar pukul 09.00 WIB, listrik di wilayah tersebut masih padam. Jika dihitung sejak awal pemadaman, gangguan telah berlangsung sekitar 64 jam.
"Air mati. Sebagian warga yang ada sumur mereka nimba air," terang dia.
Selain kesulitan air bersih, warga juga menghadapi gangguan jaringan telekomunikasi. Kondisi itu menyulitkan komunikasi dengan keluarga yang berada di wilayah terdampak.
"Sinyal susah juga. Saya enggak bisa hubungi keluarga di sana. Mereka bisa kasih kabar karena numpang-numpang atau pas ke Tanjungpinang," ujarnya.
Ia menyebut, kondisi kelistrikan di Tanjungpinang relatif berbeda karena menurut informasi yang diterimanya, listrik di wilayah tersebut sudah diberlakukan secara bergiliran setiap enam jam.
Sementara itu, sejumlah wilayah Bintan disebut masih mengalami pemadaman total.
"Bintan per jam 9 ini masih belum hidup listrik. Kasihan lihat warga sana," ungkapnya.
Bintan Bergantung pada Interkoneksi PLN Batam Kabupaten Bintan merupakan salah satu wilayah yang mendapatkan pasokan tenaga listrik melalui sistem interkoneksi dari PLN Batam.
Gangguan sistem kelistrikan yang terjadi pada Senin, 12 Oktober 2026 sebelumnya menyebabkan pemadaman luas di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
PLN Batam sebelumnya menyampaikan bahwa indikasi awal gangguan berasal dari Gardu Induk Sei Harapan, Batam, yang diduga dipicu masuknya hewan liar ke area instalasi kelistrikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
Warga Nongsa Unjuk Rasa, Protes Air Rumah Mati Tapi di Data Center Mengalir
-
Pemadaman Listrik Total, Warga Tanjungpinang dan Bintan Bakal Gelar Aksi
-
Blackout Hari Ketiga, Warga Bintan Kesulitan Air Bersih dan Komunikasi
-
PLN Batam Diapresiasi atas Respons Cepat, BP Batam Turun Langsung Dampingi Dunia Usaha
-
Viral Blackout Batam Selama 3 Hari Disengaja, PLN Buka Suara