- Pemadaman listrik total di Batam pada 12 hingga 13 Oktober 2026 menyebabkan lonjakan harga kamar hotel berbintang secara tidak wajar.
- Tarif menginap di beberapa hotel, seperti Batam Marriott Hotel Harbour Bay, melonjak drastis hingga mencapai jutaan rupiah per malam.
- Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, membantah informasi bohong mengenai rencana pemadaman listrik selama tiga hari di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.
SuaraBatam.id - Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Batam dalam dua hari ini ternyata berdampak harga kamar hotel berbintang justru terpantau melambung tak wajar.
Pantauan melalui aplikasi Traveloka sekitar pukul 20.44 WIB untuk periode menginap 12–13 Oktober 2026 menunjukkan tarif yang fantastis.
Melansir Batamnews--jaringan Suara.com, salah satunya Batam Marriott Hotel Harbour Bay yang dalam postingannya mematok harga Rp34.509.607 per malam.
Kemudian, Radisson Golf & Convention Center Batam tercatat Rp8.489.222 dengan total biaya Rp10.271.959.
Sementara Planet Holiday Hotel & Residence dipasang Rp11.968.400 dengan total biaya mencapai Rp14.481.765.
Angka-angka itu muncul saat warga Batam justru tengah berjuang menghadapi pemadaman listrik yang berlangsung belasan jam.
Tak hanya lampu yang mati, pasokan air bersih ikut terganggu, begitu pula jaringan telekomunikasi.
Belum dapat dipastikan apakah lonjakan tarif tersebut dipicu oleh permintaan yang melonjak akibat blackout.
Harga kamar hotel memang bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti ketersediaan.
Yang jelas, saat sebagian warga masih bergelap-gelapan, tarif menginap di sejumlah hotel justru tercantum hingga belasan juta rupiah.
Sementara PLN Batam membantah informasi yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp mengenai rencana pemadaman listrik selama tiga hari berturut-turut di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, pada 12–14 Oktober 2026.
"Tidak benar," ujar Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono, Senin (12/10/2026) malam.
Sebelumnya, sebuah poster yang beredar luas menyebutkan adanya pemadaman listrik terencana selama tiga hari mulai Senin hingga Rabu, 12–14 Oktober 2026, pukul 08.00-17.00 WIB setiap harinya.
Poster tersebut mencantumkan wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang dengan alasan pemeliharaan serta perbaikan jaringan kelistrikan.
Selain poster tersebut, beredar pula pesan berantai yang menyebutkan bahwa pasokan listrik di Tanjungpinang hanya berasal dari PLTD setempat, sementara suplai listrik dari Batam masih mengalami gangguan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Pemadaman Listrik Total, Harga Kamar Hotel di Batam Tembus Rp34 Juta per Malam
-
Batam Blackout, Baru Sejumlah Wilayah Menyala Setelah 14 Jam Tanpa Listrik
-
Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet
-
Blackout Batam, Sinyal Internet Ikut Lenyap di Tanjungpinang dan Bintan
-
Pemadaman Listrik Massal, Warga Batam Serbu Mal demi Cas HP dan Dapat Sinyal