Eko Faizin
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:23 WIB
Tamu undangan memainkan gasing sebagai tanda lomba dimulai di Tugu Gasing, Jalan Adam Malik, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Sabtu (10/10/2026). [ANTARA/Muhamad Nurman]
Baca 10 detik
  • Pemkab Natuna menyelenggarakan lomba gasing antarkecamatan guna melestarikan warisan budaya tradisional bagi generasi muda.
  • Kompetisi berlangsung selama sepuluh hari pada tanggal 10 hingga 22 Oktober 2026 di Tugu Gasing, Kabupaten Natuna.
  • Acara yang diikuti 20 tim tersebut mempertandingkan tiga kategori lomba dengan total hadiah juara pertama sekitar sepuluh juta rupiah.

SuaraBatam.id - Pemkab Natuna menggelar lomba gasing antarkecamatan sebagai upaya melestarikan warisan budaya daerah sekaligus menjaga keberadaan permainan tradisional di wilayah perbatasan Indonesia. 

Wakil Bupati Natuna Jarmin mengatakan pelestarian permainan tradisional perlu dilakukan agar warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut tetap dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda.

"Kegiatan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Natuna," ucapnya saat membuka lomba, Sabtu (10/10/2026).

Kegiatan dijadwalkan berlangsung selama 10 hari mulai 10-22 Oktober 2026. Lokasi lomba berada di Tugu Gasing, Jalan Adam Malik, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna.

Menurut dia, selain menjadi sarana hiburan, lomba gasing juga merupakan langkah Pemkab Natuna mempererat hubungan antarmasyarakat serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi daerah.  

Pemkab Natuna berharap kegiatan pelestarian budaya seperti itu dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan permainan tradisional di tengah perkembangan zaman.

"Pertandingan ini bukan hanya mencari siapa yang menang dan kalah, akan tetapi ada beberapa nilai lain seperti ketangkasan, ketelitian, sportivitas dan kebersamaan," ujar dia. 

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Gasing Herman mengatakan lomba dilaksanakan selama 10 hari mulai atas 10-22 Oktober.

Menurut dia, total tim gasing yang terdata di Kabupaten Natuna sebanyak 50 dengan total anggota mencapai ribuan orang. Namun, karena ada penyesuaian anggaran Pemkab Natuna hanya membuka untuk 20 tim.  

"Lomba dihentikan sementara saat Jumat dan Senin saat peringatan HUT ke-27 Kabupaten Natuna," ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga kategori lomba yang dipertandingkan, yaitu tending, yang mengukur lamanya gasing berputar, mangkak, yaitu memukul gasing, serta nahan, yakni menahan pukulan gasing lawan.

"Panitia juga telah menyediakan hadiah untuk para juara, untuk sementara juara pertama sekitar Rp10 juta," ujar dia. (Antara)

Load More