SuaraBatam.id - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menargetkan Festival Raja Ali Haji, yang diadakan untuk menyambut persinggahan Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) 2024 di Pulau Penyengat pada 5-7 Juli, menjadi agenda rutin tahunan.
Festival ini merupakan perayaan besar pertama yang terkait dengan Raja Ali Haji sejak 1996, ketika terakhir kali diadakan simposium tentang tokoh tersebut. Juramadi berharap festival ini dapat terus dilakukan setiap tahun untuk membangkitkan semangat dan mengenang warisan Raja Ali Haji.
Dalam festival ini, rombongan Laskar Rempah MBJR 2024 juga mengikuti Haul Raja Ali Haji. Festival ini diisi dengan berbagai acara, termasuk Simposium Budaya yang menghadirkan pembicara dari Malaysia, serta lokakarya gurindam untuk melestarikan Gurindam 12, salah satu karya terkenal Raja Ali Haji yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi pada 2010.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepulauan Riau, Juramadi Esram, mengungkapkan hal ini saat membuka Festival Raja Ali Haji di Balai Adat Indera Perkasa Pulau Penyengat Tanjung Pinang, Jumat malam.
Juramadi menekankan pentingnya Festival Raja Ali Haji dalam menghidupkan kembali semangat warisan budaya Melayu dan memperjuangkan pengakuan global untuk Gurindam 12 sebagai warisan budaya dunia. Festival ini juga didukung oleh Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Kemendikbudristek sebagai bagian dari upaya menyambut MBJR 2024.
Sementara, MBJR 2024 merupakan kegiatan pelayaran dengan KRI Dewaruci menuju titik-titik penting jalur rempah yang untuk tahun ketiga digelar oleh Kemendikbudristek dalam upaya pengajuan warisan dunia ke Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Sains, dan Kebudayaan (UNESCO).
MBJR 2024 digelar dengan jarak pelayaran 3.105 mil laut, dan sedikitnya tujuh titik singgah yakni Belitung Timur, Dumai & Siak, Sabang & Banda Aceh, Malaka, Tanjung Uban & Pulau Penyengat, Lampung, dan Jakarta sepanjang 7 Juni s.d. 17 Juli 2024.
Berita Terkait
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival
-
Semarak Perayaan Peh Cun di Berbagai Daerah Indonesia
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Blackout di Kawasan Industri Batamindo: Aktivitas Lumpuh, Karyawan Libur Massal
-
Isu Data SPMB Bocor, Pemkot Batam Minta Orangtua Tak Panik: Pendaftaran Aman
-
Data SPMB Batam Diduga Bocor, Peneliti Anonymous Sudah Ingatkan Jauh Hari
-
Dana Rp12 Miliar untuk Menata Taman Gurindam 12 Tanjungpinang
-
Viral Data SPMB Batam Diduga Bocor, 1.495 Dokumen Pribadi Tersebar