SuaraBatam.id - BP Batam mulai membangun flyover Sei Ladi awal tahun ini. Di rute jalan Baloi ke Tiban atau depan SPBU dan Universitas Internasional Batam (UIB) terlihat banyak pohon mulai ditumbangkan.
Proyek flyover Sei Ladi ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan Batam Centre dengan Bandara Hang Nadim.
Pembangunan ini disebut bisa Harapannya, meningkatkan mobilitas dan konektivitas di Batam, mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata kota ini. Selain itu, sebagai upaya mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan tersebut.
Melansir Batamnews, Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan hingga saat ini belum dilakukan rekayasa lalu lintas, karena masih proses clearing di SPBU dan Universitas Internasional Batam (UIB).
"Pekerjaan sudah dimulai, saat ini sedang proses clearing di SPBU dan UIB. Rekayasa lalu lintas belum diterapkan untuk saat ini," ujar Ariastuty Sirait pada Senin, 15 Januari 2024.
Sementara itu menurut Kepala Sub Direktorat Pembangunan Kepelabuhanan dan Bandara BP Batam, Boy Zasmita, yang juga menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), estimasi waktu pembangunan flyover ini adalah selama 370 hari kalender. Tahap awal pekerjaan melibatkan pelebaran jalan di sisi kanan dan kiri.
"Dalam dua setengah bulan pertama, kami akan melakukan pelebaran jalan di situ, baik ke arah Nagoya dari sisi UIB maupun dari sisi DAM Sei Ladi," ungkap Boy Zasmita.
Total anggaran pembangunan proyek ini mencapai Rp 132.074.141.869,28 untuk tahun anggaran 2023-2024, dengan sumber dana berasal dari PNBP BP Batam. PT Adhi Karya (Persero) dan konsultan PT. Disiplan Consult ditunjuk sebagai pelaksana proyek.
"Target kita, melihat konstruksinya, satu tahun selesai, kecuali ada force majeure," tambah Boy.
Baca Juga: Disahkan Wali Kota, Warga Batam Keberatan Bayar Parkir Mahal dan Waktu Drop Off 5 Menit
Berita Terkait
-
Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta
-
Profesor Jerman Sorot Pola Lama, Kementrans Gunakan Pendekatan Baru Transmigrasi di Rempang
-
Pemerintah Tawarkan 25 Hektare Lahan Pertanian ke Warga Rempang
-
Pramono Kejar Jalan Tembus Kelapa GadingPulo Gadung, Ditargetkan Tuntas 2027
-
Skema Transmigrasi Rempang Dirombak, Pemerintah Janji Warga Lokal Tak Terusir
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Listrik Padam Ganggu Rapat Pemkot Batam, Layanan Online Lumpuh-Jalanan Macet
-
Blackout Batam, Sinyal Internet Ikut Lenyap di Tanjungpinang dan Bintan
-
Pemadaman Listrik Massal, Warga Batam Serbu Mal demi Cas HP dan Dapat Sinyal
-
21 Orang Positif Narkoba Terjaring Razia Polda Kepri di Batam
-
Dukung MotoGP Mandalika 2026, BRI Gerakkan 500 Relawan untuk Kelola Sampah