SuaraBatam.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menolak opsi pemindahan pengungsi Rohingya ke Pulau Galang, Kota Batam.
Pernyataannya berbeda dengan pendapat Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad yang sempat menyatakan bersedia menerima pengungsi bila menjadi arahan pusat.
Sementara Ansar secara tegas tetap menyatakan penolakan. Menurutnya perlunya penjelasan yang lebih mendalam dari pemerintah pusat apabila pemindahan ke Galang diputuskan.
"Saya menunggu petunjuk dari pusat. Namun, kalau ditanya pribadi, saya menolak pemindahan tersebut," ujar Ansar, dilansir dari Batamnews--jaringan suara.com.
Menurut dia, saat ini kebutuhan warga Kepri masih menjadi prioritas.
"Saya ingin pemerintah pusat menjelaskan mengapa keputusan itu diambil, mengingat masih banyaknya warga Kepri yang membutuhkan bantuan," sebutnya beberapa waktu lalu.
Mengenai beredarnya surat dari UNHCR terkait penempatan itu, menurutnya belum dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, terang-terang menyatakan kesiapannya jika pemerintah pusat memutuskan memindahkan pengungsi Rohingya ke Batam.
"Dalam struktur pemerintahan, pemerintah daerah adalah pelaksana kebijakan di lini terdepan. Jika pemerintah pusat memutuskan Batam sebagai tempat penampungan, kami siap melaksanakannya," ujar Amsakar pada Rabu, 6 Desember 2023.
Baca Juga: Lokasi Nobar Debat Cawapres di Batam Malam Ini
Menurut dia Batam sudah berpengalaman mengatasi pengungsi di Vietnam di masa lalu. Selain itu, keberadaan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) di Pulau Galang juga menjadi pertimbangan karena pengalaman penanganan pandemi COVID-19.
Ditambah langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
"Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan dan kesediaan kami untuk turut serta membantu masalah kemanusiaan di tingkat internasional," tambahnya.
Berita Terkait
-
Review Ciao Kedai Dimsum Batam: Tempat Healing dan Spot Nulis Paling Tenang
-
Nugas Nyaman Tanpa Bikin Kantong Jebol di Tjap Nyonya 2, Ada Dimsum Murah & Teh Refill!
-
MPSI Dorong Pembentukan Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua
-
Sebulan Lebih Pascagempa, 23.578 Warga NTT Masih Mengungsi
-
Nvidia Siapkan Rp80,5 Triliun Beli Lahan di Batam, Buru Bisnis Data Center AI
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen