SuaraBatam.id - Jangan tanyakan perasaan warga Rempang yang terancam kehilangan kampung halamannya. Jangan minta mereka membayangkan nasib dan masa depan akan seperti apa, kalau pada akhirnya dipaksa direlokasi ke tempat tinggal baru.
Hanya tangis, doa, dan kalimat memohon-mohon kepada pemerintah yang mereka panjatkan agar relokasi itu tidak diwujudkan akhir bulan ini.
"Tak terbayangkan...," ujar seorang warga Rempang, Batam bernama Aminah dengan mata berkaca-kaca. Ia ditemui di desa Pasir Panjang, Rempang, 14 September 2023.
"Saya gak bisa membayangkan tinggal di rusun, mudah-mudahan tempat kami tidak digusur pak Jokowi, kami minta tolong dari hati yang dalam pak jokowi, kami mohon keadilan kepada pemerintah," sambung Aminah, sambil mengatup kedua tangannya, berdoa dan berharap pada Presiden dengan menangis.
Perempuan itu benar-benar tak sudi harus kehilangan kampung halaman untuk diubah menjadi kawasan Rempang Eco-City bagian dari proyek strategis Pemerintah. Karena, di sanalah ia dilahirkan dan hidup turun temurun bersama keluarga.
"Saya lahir di sini, Pasir Panjang, asli Rempang-Galang. Nenek kami di sini, tanah tumpah darah kami di sini, "ujar Aminah bercerita tentang awal kehidupannya.
Ia mengaku sangat mencintai Rempang sebagai tanah kelahiran. Tak perduli susahnya hidup, bahagia saja sudah cukup. Itulah yang menjadi alasan Aminah tak rela pindah dari kampung itu karena sudah melewati suka duka seumur hidupnya.
"Kami sudah senang di sini meskipun makan garam, masak di negeri kami sendiri harus mengungsi," ungkap Aminah.
Dan sekarang, meskipun belum memutuskan pindah, Aminah mengungkapkan kekhawatirannya.
Apalagi usai warga Rempang memberontak saat BP Batam ingin melakukan pengukuran tanah, yang pada akhirnya berujung bentrok dan menangkap sejumlah warga.
Berawal dari protes pertama penolakan warga terjadi pada 23 Agustus 2023. Warga Rempang mendatangi kantor BP Batam untuk menyampaikan kekecewaan mereka.
Protes kedua, saat BP Batam bersama gabungan aparat hendak melakukan pengukuran tanah di Rempang, 8 September 2023.
Warga menghadang dan bentrokan pun pecah. Mirisnya, aparat melepaskan gas air mata dan menangkap 8 warga yang disebut polisi menyerang petugas.
Ketiga, demontrasi warga pada 11 September di kantor BP Batam. Massa membesar, sejumlah orang emosi dan menyerang kantor pemerintahan itu. Akibatnya puluhan orang ditangkap yang diduga menyulut kerusuhan.
Dari rentetan kejadian ini, membuat Aminah tak bisa hidup hingga bekerja lagi dengan nyaman di kampungnya.
Tag
Berita Terkait
-
Demokrat Murka SBY Dituduh Dalang Ijazah Palsu Jokowi, Akun TikTok Diberi 3 Hari untuk Minta Maaf
-
Mengapa SBY Ingin Tempuh Jalur Hukum Soal Tudingan Dalang Ijazah Palsu Jokowi? Ini Penjelasan Analis
-
Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?
-
Difitnah Isu Ijazah Jokowi, Andi Arief: Pak SBY Terganggu, Kemungkinan Bakal Ambil Langkah Hukum
-
Menteri Berulah, Presiden Menanggung Beban? Syahganda Desak Prabowo Gunakan Strategi Sun Tzu
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya
-
Anggota Polisi di Kepri Jalani Sidang Etik usai Diduga Aniaya Pacar