Eliza Gusmeri
Sabtu, 09 September 2023 | 15:25 WIB
Aparat TNI-Polri bentrok dengan warga di Pulau Rempang, Batam. (tangkapan layar/ist)

SuaraBatam.id - Seorang warga Rempang sempat menyayangkan peran Lembaga Adat Melayu (LAM) dan tokoh melayu lainnya dalam memperjuangkan lahan di wilayah itu.

Video tersebut diunggah ulang @majeliskopi kemarin, 8 September 2023.

"Satu lagi yang kami khawatirkan mengapa tokoh-tokoh melayu diam dengan isu ini, ada apa? mana LAM! mana organisasi-organisasi lain, masa anaknya kami sekarang ini dibiarkan," ujar seorang pria berambut gondrong di video tersebut.

Namun pertanyaan itu seakan terjawab setelah Lembaga Adat Melayu (LAM) Batam, mengeluarkan maklumat pada 9 September 2023 dan menentukan sikap mereka.

Surat itu menyampaikan beberapa hal, satu di antaranya mereka mendukung rencana pembangunan di Rempang.

Berikut bunyi maklumat tersebut:

MAKLUMAT LAM UNTUK REMPANG GALANG

Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam memaklumkan, bahwa :

1. Mendukung rencana Pemerintah untuk membangun Rempang Galang yang memberikan manfaat
sebesar-besarnya kepada masyarakat setempat khususnya, Bangsa dan Rakyat Indonesia
umumnya.
2. Kedepankan musyawarah mufakat, dialog, diskusi dan berunding untuk menyampaikan keinginan
masing-masing pihak, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.
3. Hindari gesekan dan menghormati Hak Asasi Manusia.
4. Meminta agar masyarakat yang ditahan dikembalikan ke pihak keluarga dengan memberikan
nasehat-nasehat yang baik kepada mereka.
5. Meminta semua pihak menjaga langkah dan tingkah yang sopan dan santun.

Baca Juga: Bentrok di Pulau Rempang: Kami Tidak Ingin Relokasi, Kalau Relokasi Hilang Sejarah Kami

Surat itu ditanda tangani oleh Nyat Kadir dan Raja Muhammad Amin.

Maklumat LAM [ist]

Load More