SuaraBatam.id - Malam tujuh likur di Bunda Tanah Melayu, Daik Lingga, Kepulauan Riau (Kepri) selalu meriah. Tradisi ini seakan tak terpisah dari budaya setempat.
Ornamen mulai menghiasi pintu gerbang yang menyerupai masjid dengan liuk ukir dan kaligrafi yang dibalut cahaya lampu teplok. Kemeriahan itu menambah warna suasana malam 10 terakhir Ramadan di Daik, Negeri Bunda Tanah Melayu.
Rasa bahagia terlihat di wajah seorang warga bernama, Ria yang menyaksikan kemeriahan itu.
"Suasana 7 Likur ini memang memberi kesan tersendiri. Seperti kembali ke masa-masa dulu, bermain kembang api di rumah. Bertemu banyak orang juga saudara-mara," ujar Ria kepada Batamnews pada Senin (17/4/2023) malam, melansir Batamnews--jaringan suara.com.
Malam 7 likur juga menyatukan hubungan kekerabatan di daerah itu terutama di kampung Daik yang menjadi pusat ibukota Kabupaten Lingga.
Tahun ini tampaknya hiasanya tak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun malam 7 likur tetaplah istimewa bagi wagra di bulan puasa dan Hari Raya di Daik.
"Momen ini juga ingin kita beri tahu kepada anak-anak betapa istimewanya bulan puasa dan Hari Raya di Daik," tambahnya.
Di malam peringatan, warga berbondong-bondong ke jalan, baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, mengelilingi kota Daik untuk menyaksikan hasil kreativitas warga dalam membangun pintu gerbang dan menghiasi jalan dengan lampu teplok.
Tradisi Malam 7 Likur di Daik Lingga telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya lokal, dan masyarakat setempat dengan bangga menjaga dan merayakannya setiap tahun.
Baca Juga: CEK FAKTA: Inul Daratista Ajak Follower Ikut Undian THR Ramadan 2023 Berhadiah Rp 45 Juta
Suasana megah dan meriah yang tercipta dalam peringatan Malam 7 Likur ini menjadi momen yang dinantikan dan menjadi kenangan indah bagi warga Daik Lingga, serta menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Berita Terkait
-
Lebaran Berkah! BI Ramal Penjualan Eceran Maret 2026 Melesat 9,3 Persen
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Polda Kepri Tetapkan Bripda AS Tersangka, Inilah Kronologi Tewasnya Polisi Muda
-
Transaksi Tebus Gadai Kini Bisa via Super Apps BRImo dari BRI, Cashback 10% Menanti
-
Kematian Polisi Junior di Kepri: Propam Periksa 8 Personel, Satu Anggota Tersangka
-
Polisi Muda di Kepri Meninggal Diduga Dianiaya Senior, Tubuh Penuh Luka Lebam
-
Pejabat Imigrasi Kepri dan Batam Dicopot Imbas Skandal Pungli