SuaraBatam.id - Sebuah ledakan bom terjadi pada Minggu (13/11/2022) di Istanbul, Turki. Dalam insiden tersebut, 6 orang dilaporkan tewas dan 81 orang lainnya mengalami luka-luka.
Update terbaru menunjukkan pelaku ledakan bom diduga seorang wanita dan terekam duduk lama di bangku sebelum ledakan.
Lantas apa saja fakta-fakta lain terkait pelaku dari insiden ini?
1. Dianggap Serangan Teroris
Seorang tersangka telah ditahan buntut peristiwa ledakan bom yang terjadi di Istanbul, Turki pada Minggu (13/11/2022) kemarin.
Wakil Presiden Turki Fuat Oktay pada Minggu menyebut insiden tersebut sebagai serangan teroris.
"Kami menganggapnya sebagai tindakan teroris sebagai akibat dari seorang penyerang, yang kami anggap seorang wanita, meledakkan bom itu," kata Oktay kepada wartawan, Minggu, dikutip dari CNN, Senin (14/11/2022).
2. Pelaku Diduga Separatis Kurdi
Para pejabat Turki yakin separatis Kurdi dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Partai Persatuan Demokratik (PYD) kemungkinan besar berada di balik dugaan serangan bom mematikan itu.
Baca Juga: Presiden Turki Janji Hukum Pelaku Ledakan di Istanbul, Sebut Ada 'Aroma Teror'
“Ini adalah organisasi teroris PKK/PYD menurut temuan awal kami,” kata menteri dalam negeri, Suleyman Soylu dalam konferensi pers di lokasi serangan hari Minggu di Istiklal Avenue, Istanbul.
Soylu tidak merinci atau memberikan perincian tentang bagaimana penyelidik mencapai kesimpulan ini
“Beberapa waktu yang lalu orang yang meninggalkan bom ditahan oleh tim dari Departemen Kepolisian Istanbul. Sebelum penangkapan mereka, 21 orang lagi juga ditahan,” kata menteri itu.
“Wajah terorisme memang pahit, tapi kami akan melanjutkan perjuangan ini sampai akhir, berapapun biayanya," ujarnya.
3. Pelaku Diduga Wanita
Rekaman CCTV menunjukkan seorang wanita duduk di bangku selama lebih dari 40 menit dan kemudian bangun satu atau dua menit sebelum ledakan.
"Ia meninggalkan tas atau kantong plastik," ujar Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag.
Bozdag, yang berkomentar dalam sebuah wawancara mengatakan, pasukan keamanan Turki yakin wanita itu adalah tersangka, dan para pejabat sedang menyelidikinya.
“Ada dua kemungkinan. Entah tas atau kantong plastik itu ada mekanismenya, meledak sendiri atau ada yang meledakkannya dari jauh. Semua ini saat ini sedang diselidiki,” kata Bozdag.
"Nama wanita itu tidak diketahui. Semua rekaman dan data tentang wanita itu sedang dianalisis," tambahnya.
Seperti diketahui, ledakan itu terjadi di Jalan Istiklal di Lapangan Beyoglu, di jantung kota terbesar di Turki.
“Kami berharap belas kasihan Tuhan bagi mereka yang kehilangan nyawa dan pemulihan yang cepat bagi yang terluka,” cuit Yerlikaya.
Keenam orang yang tewas termasuk Yusuf Meydan, anggota Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial Turki, dan putrinya Ecrin.
Menteri dalam negeri Soylu mengatakan pada Senin ini bahwa 50 dari 81 orang yang terluka telah dipulangkan dari rumah sakit, dan 31 orang masih dirawat.
Kontributor: Maliana
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
Terkini
-
Jadwal Buka Puasa Batam dan Sekitarnya, Kamis 19 Februari 2026
-
31 TKA Ilegal asal China Ditemukan Bekerja di KEK Galang Batang Bintan
-
Kronologi Penganiayaan Gara-gara Batu Nisan, Pelaku Ditangkap Polresta Barelang
-
Jadwal Imsakiyah Batam dan Sekitarnya, Kamis 19 Februari 2026
-
Penerima Bansos di Batam Diperketat, Ketahuan buat Judol Langsung Blacklist