SuaraBatam.id - Hati yang mati, kering, dan gelap tidak akan merasakan apapun. Hati yang mati, kering, dan gelap tidak memiliki sensitivitas spiritual. Ia tidak akan merasakan manis, pahit, asamnya spiritualitas sehingga hatinya tidak merasakan kelezatan ibadah dan kepedihan atas kesempatan ibadah yang luput.
Melansir NUonline, Syekh Ali Baras di dalam Syarah Al-Hikam-nya mengibaratkan hati dan batin laksana bumi yang dapat tumbuh dan hidup, dan juga dapat kering atau mati.
Imam Ibnu Athaillah dalam Matan Al-Hikam-nya menyebut semua itu sebagai tanda kematian hati: yang Artinya, “Salah satu kematian hati adalah tidak adanya kesedihan atas kesempatan ibadah yang terlewat dan tidak adanya penyesalan atas kehilafan yang pernah dilakukan.”
Syekh Ibnu Ajibah menyebutkan tiga tanda kematian hati: pertama, tidak bersedih atas kesempatan ibadah yang terlewat; kedua tidak menyesali perbuatan buruk yang telah dilakukan; dan ketiga persahabatan dengan orang-orang lalai yang juga mati hatinya. (Syekh Ibnu Ajibah, Iqazhul Himam, [Beirut, Darul Fikr: tanpa tahun], juz I, halaman 82).
Sahabat Abu Musa Al-Asy’ari ra meriwayatkan sebuah hadits Nabi Muhammad saw perilah perbedaan orang yang hatinya hidup, segar, dan terang; dan orang yang hatinya mati, kering, dan gelap.
Sahabat Abdullah bin Mas’ud ra menjelaskan bahwa orang yang hatinya mati, kering, dan gelap akan menganggap remeh dosa, kesalahan, dan kekhilafannya.
Karena itu, penyesalan atas dosa dan kesalahan tidak akan pernah hinggap pada orang yang hatinya mati, kering, dan gelap.
Kesedihan dan penyesalan itu cukup dimanfaatkan untuk bertobat dan memaksmalkan kesempatan ke depan yang tersisa sambil berharap ampunan Allah atas kesalahan di masa lalu. Wallahu a’lam.
Baca Juga: Tewasnya Gajah Jinak di Taman Nasional Way Kambas, Dari Dokter Sampai Kepala Balai Bungkam
Berita Terkait
-
Desakan Hukum Mati Koruptor, Ini Dia Koruptor Pertama Divonis Mati di Indonesia
-
Tuntutan Hukum Mati Koruptor Membentang di Depan Gedung DPR RI Pagi Ini
-
Protokol Hati yang Rehat
-
Arti Hati Berdebar Tiba-Tiba Tanpa Sebab saat Siang dan Malam Hari Menurut Primbon Jawa
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Hampir 10 Tahun Terpisah, BRI Wujudkan Momen Haru Yuni Bertemu Sang Ibu di Taiwan
-
BRImo Taiwan Resmi Hadir, BRI Perkuat Layanan Perbankan bagi PMI dan Diaspora
-
BRI Group Borong Enam Penghargaan Finance Asia, dari Best CEO hingga Best Bank
-
Pengguna Qlola Tembus 99 Ribu, BRI Perkuat Platform Digital bagi Nasabah Bisnis
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas, Dari Inklusi Keuangan Hingga Akumulasi Aset