SuaraBatam.id - Kini para orangtua di Batam, Kepulauan Riau mengaku bingung mencari obat penurun panas bagi anak-anak, terlebih saat ini kondisi cuaca Kota Batam yang tidak menentu.
Sebelumnya keluar surat edaran SR.01.05/III/3461/2022, dari Kementerian Kesehatan mengenai Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury).
"Sebelum beredar informasi ini. Kalau anak saya demam, sebelum saya bawa ke dokter biasa saya kasih obat sirup. Tapi sekarang saya bigung, seperti tadi malam saya keliling seluruh apotik di Batam Center hingga Nagoya hanya untuk mencari obat penurun demam anak," ungkap Gema Pamungkas, Jumat (21/10/2022).
Gema mengaku setiap anaknya yang berusia 4 tahun mengalami demam, ia kerap menggunakan obat sirup yang mengandung Paracetamol, sebagai langkah pertama sebelum anak dibawa berobat ke dokter.
Namun dikarenakan mengetahui adanya aturan terbaru dari Kemenkes, Gema menuturkan memilih untuk menuju dokter terlebih dahulu, daripada memilih untuk membeli obat penurun demam pada anak di apotik terdekat.
"Awalnya anak saya mulai demam dari sore. Sudah di kompres, namun sampai malam tidak turun panasnya. Akhirnya sekitar jam 9 malam saya ke rumah sakit terdekat. Nah darisini masalah dimulai," lanjutnya.
Setelah ditangani oleh dokter, Gema kemudian diminta untuk menebus resep obat penurun panas yang diberikan oleh dokter tersebut.
Dalam resep tersebut, dokter diakuinya menuliskan adanya obat berbentuk cair yang mengandung Paracetamol, sebagai obat penurun demam.
"Di sini masalahnya, apotik rumah sakit sudah tutup karena malam, dan terpaksa mencari ke klinik dan apotik bermodalkan resep dokter," paparnya.
Baca Juga: Pemerintah Masih Investigasi Sirup yang Diduga Sebabkan Gagal Ginjal Anak Akut
Mencoba untuk berpikir positif, Gema dan istrinya kemudian mencari obat hanya di sekitar kediamannya yang berada di kawasan Botania, Batam Center.
Hasil pencarian obat bagi anaknya kemudian menemui jalan buntu, dikarenakan seluruh klinik dan apotik yang didatanginya, mengaku sudah tidak memiliki segala jenis obat batuk sirup.
"Tidak menyerah saya coba semua apotik dan klinik sampai ke daerah Nagoya, Jodoh, sampai Batuampar dan Bengkong. Tapi hasilnya sama semua," sesalnya.
Ia, sempat merasa kesal dan kecewa dengan keputusan Pemerintah Pusat mengenai penarikan obat bagi anak secara tiba-tiba.
Gema kemudian memilih untuk membeli kompres penurun demam bagi anak, di salah satu apotik yang sebelumnya telah ia datangi.
"Tapi tiba-tiba petugas apotik menawarkan obat batuk sirup Tempra kepada saya. Saya sempat kesal karena sebelumnya saya datang mereka bilang sudah tidak ada lagi. Tapi karena memikirkan anak saya, akhirnya saya redam kemarahan saya dan saya beli obat itu dengan harga yang tiba-tiba juga melangit dibandingkan harga sebelumnya," tegasnya.
Berita Terkait
-
Habis 5 Jam di Cafe Catarina: Tempat Reuni yang Bikin Lupa Waktu Sekaligus Ramah Kantong!
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Bantah Ekspor Ilegal, PT PMM Siap Tempuh Jalur Hukum Soal Penahanan Kapal Capricorn di Batam
-
Obral Izin Masuk Berujung Bencana: Ketika Bandar Judi Internasional Menyamar Jadi Wisatawan
-
Hujan Deras Lumpuhkan Changi, 319 Penumpang Terjebak 2,5 Jam di Batam
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Oknum Polisi Batam Ditangkap, Terciduk Selundupkan Etomidate dari Malaysia
-
Kronologi Viral Pria Diduga Hina Suku Melayu di Batam lewat Facebook
-
Penemuan Kerangka Wanita Tanpa Identitas di Batam, Kepala Sudah Lepas
-
Pria Diduga Hina Suku Melayu Ditangkap Polresta Barelang, Sempat Minta Maaf
-
Pemuda Putus Cinta di Batam Bacok Tangan Sendiri, Ngaku Dibegal Biar Mantan Kasihan