SuaraBatam.id - Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak , Arist Merdeka Sirait, ikut merasa geram dan kecewa terhadap pengaduan yang akhirnya dicabut oleh Lesti Kejora.
Arist menuturkan bahwa tindakan Lesti sudah mengarah ke eksploitasi anak.
“Saya itu akhirnya protes karena apa? Karena, mengeksploitasi anaknya. Sebelum laporan itu, gak ada alasan untuk anaknya,” ungkap Arist dilansir dari hops.id pada 19 Oktober 2022.
Hal ini disampaikan oleh Arist karena kekecewaannya terhadap sikap Lesti yang menjadikan anak sebagai salah satu alasannya untuk bisa rujuk kembali dengan Rizky.
Arist pun mengaku kesal karena Lesti turut mengikutsertakan dan menjadikan anaknya sebagai tameng dalam kasus tersebut.
Padahal nyatanya Rizky sudah terbukti melakukan tindak KDRT terhadap Lesti.
Menurut Arist dalam hal ini, seharusnya anak tidak bisa lagi dijadikan sebuah alasan mengingat sifat sang suami yang temperamental dan tidak bisa mengontrol diri hingga melakukan kekerasan.
“Lesti diduga melakukan eksploitasi anak hanya karena takut kehilangan suami. Semua anak di Indonesia tentu butuh bapak, tapi itu tidak bisa dipakai sebagai alasan,” ujar Ketua KPAI itu.
Baca Juga: Foto Baby L Tidur Viral di IG, Warganet Ramai Kirim Doa: Sehat Selalu Nak Soleh
Berita Terkait
-
Misteri "Mr. S": Buku Bergambar Paling Kocak yang Wajib Dibaca Anak Sebelum Masuk Sekolah
-
Geliat Literasi Anak Muda: Minat Baca Bangkit, Harga Buku Sulit
-
Lewat Kreasi Anak untuk Negeri, Susu Tango Kido Kenalkan Produk Full Cream Baru
-
Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya
-
Transaksi QRIS BRI Melonjak 76%, Dorong Digitalisasi Merchant