SuaraBatam.id - Ratu Elizabeth II yang menjadi ratu terlama yang pernah dimiliki Inggris, meninggal dunia pada Kamis (8/9/2022) kemarin.
Meninggalnya ratu pun membuat Pangeran Charles resmi menjadi raja. Lantas, bagaimana nasib istri Charles, Camilla apakah akan menjadi ratu?
Sebelumnya pada awal tahun ini, Ratu Elizabeth mempertimbangkan masalah ini.
Dalam pesan yubileum platinumnya, Ratu mengungkapkan "harapannya yang tulus" agar Camilla dikenal sebagai permaisuri.
Dalam peran ini, dia akan "memberikan persahabatan dan dukungan moral dan praktis" kepada raja yang berkuasa, menurut situs web keluarga kerajaan.
Pada Februari 2022, dalam sebuah pesan untuk menandai peringatan 70 tahunnya memiliki takhta, Ratu Elizabeth memutuskan bahwa Camilla akan menjadi permaisuri ketika Charles naik takhta.
"Ulang tahun ini juga memberi saya waktu untuk merenungkan niat baik yang ditunjukkan kepada saya oleh orang-orang dari semua negara, agama, dan usia di negara ini dan di seluruh dunia selama bertahun-tahun ini," kata ratu dalam sebuah pernyataan saat itu.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua atas dukungan Anda. Saya tetap bersyukur selamanya, dan dengan rendah hati, kesetiaan dan kasih sayang yang terus Anda berikan kepada saya. Dan ketika, pada waktunya, putra saya Charles menjadi Raja, saya tahu Anda akan memberikan dia dan istrinya Camilla dukungan yang sama yang telah Anda berikan kepada saya; dan merupakan harapan tulus saya bahwa, ketika saatnya tiba, Camilla akan dikenal sebagai Permaisuri saat dia melanjutkan pengabdiannya yang setia," tulis ratu.
Seperti diketahui, meskipun Camilla menikah dengan Raja Inggris, dia tidak selalu dijamin gelar ratu.
Baca Juga: Teror Kutukan Mistis Pada Pangeran William dan Kate Middleton di Kastil Kerajaan Inggris
Tentu saja, hal ini karena pernikahan kedua bagi Charles sebab Raja baru itu pernah menikah dengan Diana, Putri Wales, dari 1981 hingga 1996 ketika mereka bercerai.
Namun, Diana meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997.
Camilla sebelumnya juga menikah, dengan perwira Angkatan Darat Inggris Andrew Parker Bowles.
Mereka bercerai pada tahun 1995, meskipun Charles dan Camilla menjalin asmara selama bertahun-tahun saat mereka menikah dengan orang lain.
Sejarah akhirnya menunjukkan bahwa gelar permaisuri putri sebenarnya tidak biasa.
Menurut Suzannah Lipscombe, profesor emeritus sejarah di Universitas Roehampton, sebelumnya tidak pernah ada permaisuri putri, terutama karena "dalam hukum umum, istri seorang raja menjadi seorang ratu."
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Gelar, UIPM Sebut Pendidikan Kini Dituntut Berdampak bagi Dunia
-
Euforia Kelulusan: Mengapa Perayaan Boleh, Tapi Penggunaan Gelar Harus Ditahan?
-
Ironi Brasil: Peraih 5 Gelar yang Selalu Gagal dalam 20 Tahun Terakhir
-
Saat Gelar Tak Lagi Jadi Tiket Masuk: Realita Pahit Dunia Kerja Bagi Lulusan Baru
-
Menulis Gelar di Undangan Pernikahan: Penting atau Hanya Gengsi Belaka?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
BRI Percepat BRIvolution Reignite untuk Tingkatkan Daya Saing dan Kontribusi Ekonomi Nasional
-
Gelapkan Dana Siswa Ratusan Juta, Kepala SMA di Kepri Ditangkap
-
Kinerja Penyaluran KUR Perumahan BRI Tuai Apresiasi, Perkuat Program 3 Juta Rumah Pemerintah
-
Oknum Guru SD di Bintan Timur Ditangkap, Tiga Tahun Peras 10 Anak Didiknya
-
Transaksi QRIS BRI Melonjak 76%, Dorong Digitalisasi Merchant