SuaraBatam.id - Pencopet kembali beraksi di kawasan Pasar Toss 3000 Batam, Kepulauan Riau. Ibu-ibu yang habis berbelanja dari pasar menjadi sasarannya.
Seperti dialami oleh seorang ibu rumah tangga bernama Tan Teck Ia kehilangan ponselnya saat berbelanja pada Kamis (28/7/2022) lalu.
Menurut Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Budi Hartono, ada sejumlah modus yang digunakan pencopet sebelum menggasak barang milik korbannya.
Seperti yang dialami korban berusia 56 tahun ini , pelaku lebih dulu memegang kaki wanita tersebut.
"Kaki dia (korban) dipegang oleh pelaku, saat korban menoleh ke bawah terdapat sebuah kunci motor lalu hendak diambil oleh korban," ujar Budi, Kamis (11/8/2022), dilansir dari Batamnews--jaringan suara.com.
Saat itu, lanjut Budi, pelaku mengatakan kepada korban bahwa kunci tersebut merupakan miliknya. Lantas kunci tersebut dibiarkan oleh korban dan diambil oleh pelaku.
Pelaku pun pergi usai mengambil kunci miliknya tersebut.
"Tanpa disadari oleh korban saat korban menoleh itulah pelaku melakukan aksinya mengambil ponsel milik korban yang berada di saku celananya," katanya.
"Korban sama sekali tak menyadari, mengetahuinya saat hendak mengambil ponsel miliknya sudah tak ada," tambahnya.
Baca Juga: Kuasa Hukum Klaim Doni Salmanan Tak Kelola Quotex, Hanya Pihak yang Mendaftar Sebagai Affiliator
Atas peristiwa tersebut, Tan Teckpun melapor ke Polsek Lubuk Baja. Tak butuh lama, pelaku pun berhasil dibekuk oleh pihak kepolisian.
Diketahui, pelaku bernama Badri Alexson alias Edo yang ternyata merupakan residivis kasus pencopetan. Ia disebut sering beraksi di Pasar Toss 3000.
Edo kini ditahan di Polsek Lubuk Baja. Ia dijerat dengan Pasal 363 Ayat (1) ke-4e KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun.
Berita Terkait
-
Resmikan Kantor PPID, Mendagri: Peluang Pasarkan Produk Kerajinan Daerah
-
Tutup Rakernas XVII APKASI, Mendagri Ajak Kepala Daerah Atasi Persoalan Bangsa
-
Kejari Batam: Kasus TPPO dan PMI Ilegal Marak, Lima Hingga Sepuluh Perkara Tiap Bulan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
Belasan Nyawa Melayang di Galangan Kapal PT ASL Shipyard: Kelalaian atau Musibah?
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen