SuaraBatam.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Kepulauan Riau menyebutkan Kelompok transportasi angkutan udara dan bensin menjadi penyumbang inflasi utama di Batam pada Juli 2022.
"Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu angkutan udara dan bensin," kata Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto dalam siaran persnya, Selasa (2/8/2022), dilansir dari Batamnews--jaringan suara.com.
BPS mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,61 persen. Sementara itu Kota Tanjungpinang mengalami inflasi sebesar 0,66 persen.
Dalam siaran pers BPS Batam, disebutkan inflasi di Kota Batam pada bulan Juli 2022 terjadi karena kenaikan enam indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi naik sebesar 3,84 persen, dimana kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,4694 persen.
Kemudian kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 0,45 persen. Untuk kelompok tersebut memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,6100 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu: cabai merah, rokok kretek filter, bawang merah, ketimun, dan cabai hijau sebesar 0,0214 persen.
Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu: minyak goreng, telur ayam ras, bayam, daging ayam ras dan sawi hijau.
Selanjutnya kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 0,20 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,13 persen dan kelompok kesehatan naik sebesar 0,05 persen serta kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 0,03 persen.
Sedangan beberapa kelompok mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,42 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun sebesar 0,06 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya turun sebesar 0,01 persen.
“Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran,” ujarnya.
Baca Juga: Penyumbang Inflasi Sumsel, Harga Cabai di Palembang Masih Belum Stabil
Berita Terkait
-
Rupiah Tembus Rp17.800, Bank Indonesia Diprediksi Tahan BI-Rate 5,75 Persen di RDG Juli 2026
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM
-
Biaya Pendidikan Terus Naik, Ini Solusi Perencanaan Keuangan Bagi Orang Tua
-
Airlangga Ungkap Biang Kerok Neraca Dagang Sempat Defisit, Impor BBM Jadi Pemicu
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Ini Aksi Nyata BRI Peduli Dalam Tingkatkan Kualitas Pendidikan SD di Hari Anak Nasional 2026
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Valuasi Murah dan Dividen Tetap Menarik
-
BRI Perkuat Kolaborasi dengan OJK, PERBANAS, dan Kemkomdigi Cegah Kejahatan Keuangan Digital
-
Viral Pria dan Wanita Ribut di Pinggir Jalan Kota Batam, Ini Kata Polisi
-
Dua Anak Pengusaha di Batam Ribut di Mal, Mantan Istri Disebut Jadi Pemicu