SuaraBatam.id - Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Kabupaten Bintan, melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak sapi sebagai antisipasi penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di Provinsi Kepulauan Riau.
Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kota Tanjungpinang menargetkan vaksinasi sebanyak 187 sapi di Tanjungpinang untuk mencegah penularan PMK yang berlangsung selama dua hari.
"Vaksinasi ternak sapi ini dilaksanakan dua hari saja, yang sudah dimulai 1 Agustus kemarin. Ada sebanyak 130 ekor sapi yang divaksinasi. Jenis vaksinnya Aptovor," ujar Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Kesehatan Hewan dan Kesehatan masyarakat Veteriner DP3 Kota Tanjungpinang, Wan Tin Diarni, Selasa (2/8/2022).
Meskipun di Tanjungpinang belum ditemukannya hewan ternak sapi yang terpapar PMK, kata Wan Tin Diarni, vaksinasi ini tetap penting dilaksanakan sebagai upaya pencegahan.
Selain itu, lanjutnya, vaksinasi sapi ini merupakan program dari pemerintah pusat yang dikoordinir oleh Pemerintah Provinsi Kepri. Kemudian pada tahap awal ini hanya untuk Tanjungpinang dan Bintan.
"Vaksinasi tidak dilakukan pada semua ternak sapi, ada kriteria yang bisa disuntik. Sedangkan sapi yang bunting dan berusia belum sampai 3 bulan tidak bisa di vaksin," pungkasnya.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Kabupaten Bintan juga mulai melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak sapi. Adapun target vaksinasi tahap pertama ini berjumlah 288 hewan ternak sapi yang tersebar di 7 kecamatan.
"PMK di Bintan belum mewabah, namun hal ini menjadi penting dalam upaya pencegahan. Dan bertujuan untuk memberikan kekebalan tubuh hewan yang rentan," ujar Iwan Berri Prima, dokter hewan di Dinas KPP Bintan.
Disampaikan Iwan, bahwa vaksinasi dilakukan pada 1 Agustus 2022 dengan target awal sebanyak 184 hewan ternak sapi yang tersebar di 4 kecamatan. Dengan rincian, Kecamatan Bintan Timur ada 40 ekor, Gunung Kijang sebanyak 29 dosis, Toapaya 82 sapi dan Teluk Bintan sebanyak 33 dosis.
Baca Juga: FAO dan Australia Beri Indonesia Bantuan untuk Penanganan PMK, Tim Ahli Jalankan Misi Darurat
Kemudian dilanjutkan pada Selasa 2 Agustus 2022, Satgas Penanganan PMK Bintan melakukan vaksinasi di 4 kecamatan lainnya dengan rincian, Kecamatan Teluk Sebong sebanyak 43 ekor, Bintan Utara ada 33 ekor, Seri Kuala Lobam sebanyak 22 ekor dan tambahan 6 ekor lagi untuk Gunung Kijang.
Setelah sapi di vaksinasi, lanjutnya, Satgas Penanganan PMK Bintan memberikan berikan tanda, berupa barcode. Hal itu sebagai tanda identitas hewan serta merupakan karya inovatif oleh Satgas Bintan.
"Selain itu harapan kami vaksinasi bisa ditambah, agar hewan ternak sapi yang belum sempat divaksin segera diberikan untuk mengantisipasi wabah di Bintan ini," tutupnya.
Kontributor : Rico Barino
Berita Terkait
-
Pehatian Emak-emak! Harga Cabai Rawit Masih Tinggi Usai Lebaran
-
Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas
-
Sah! Menkeu Purbaya Restui Penggunaan Dana Desa Untuk Kopdes Merah Putih
-
Impor Sapi Ratusan Ribu Ekor, Kok Harga Daging Malah Makin Mahal? Ini Penjelasan IKAPPI
-
Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Pejabat Imigrasi Kepri dan Batam Dicopot Imbas Skandal Pungli
-
Ratusan iPhone Selundupan Disita Bea Cukai Batam, Gagal Sampai Siak
-
Kabar Duka: Eks Direktur Politeknik Negeri Batam Meninggal saat Bersepeda
-
Rebranding dan Transformasi Bawa BRI Masuk Jajaran 500 Merek Paling Bernilai Dunia
-
Harga Plastik Naik, Warga Batam Diajak Gunakan Tas Ramah Lingkungan