SuaraBatam.id - Netizen mengunggah sejumlah foto jadul kebersamaan Gus Dur bersama dengan orang Papua.
Foto ini dianggap sebagai bentuk sindiran terhadap Megawati Soekarnoputri yang rasis pada orang Papua saat berpidato beberapa waktu lalu.
Dikutip dari Suara.com, ucapan Megawati dianggap rasis karena menyebut kopi susu yang diduga merujuk pada warna kulit orang Papua yang lebih hitam.
Dengan nada bercanda, ucapan Megawati ini diikuti dengan pernyataan bahwa orang Papua hitam-hitam.
Lebih lanjut, Megawati lalu menghubungkan kopi susu tersebut dengan Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo yang berasal dari Papua dan berkulit hitam.
Dalam waktu singkat, pernyataan Megawati ini langsung menuai kecaman dari netizen yang menyebut dirinya melakukan aksi rasis. Hingga saat ini, berbagai komentar lalu ditinggalkan netizen.
''Gurauan 'kopi susu' Megawati soal Papua dalam pidato ini menunjukan bagaimana alam bawah sadar para elit NKRI selama ini ketika memandang Papua: rasis!'' tulis netizen dengan akun @My********rest.
Membandingkan Megawati dengan mantan Presiden Indonesia lainnya, Gus Dur. Netizen melalui akun @GUSDURians lalu mengunggah foto kebersamaan mantan Presiden ini dengan orang Papua yang terlihat begitu akrab dalam berbagai kesempatan.
''Pendekatan yang diambil oleh Gus Dur terhadap Papua sangat prinsipil, kemanusiaan. Sehingga sangat berkesan dan mendalam'' balas netizen dengan akun @Ma****di*.
Baca Juga: Megawati Disebut Bangun Dialog dengan Prabowo dan Cak Imin, Sinyal Koalisi?
''Di bumi Papua, hanya dua orang Presiden yang dihormati dan dicintai masyarakat di sana. Almarhum Gus Dur dan Pak Jokowi'' komentar akun @S****ma*.
Hingga artikel ini dibuat, cuitan foto jadul kebersamaan Gus Dur dan orang Papua ini lalu telah mendapat ratusan retweets dan balasan dari netizen usai diunggah akun @GUSDURians.
Berita Terkait
-
Erros Djarot: Taufiq Kiemas Sosok Paling Gigih Dorong Megawati jadi Pemimpin Indonesia
-
Megawati Teken SK Baru! Dolfie Jadi Ketua DPD PDIP di Jateng
-
Risma Apresiasi Sopir Ambulans dan Relawan Bencana: Bekerja Tanpa Libur, Tanpa Pamrih
-
Diplomasi Tanpa Sekat 2025: Bagaimana Dasco Jadi 'Jembatan' Megawati hingga Abu Bakar Baasyir
-
Gak Perlu Mahal, Megawati Usul Pemda Gunakan Kentongan untuk Alarm Bencana
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya
-
Anggota Polisi di Kepri Jalani Sidang Etik usai Diduga Aniaya Pacar