SuaraBatam.id - Maskapai Singapore Airlines (SIA) membutuhkan 2.000 awak kabin untuk perekrutan besar-besaran.
Sejak Maret maskapai itu sudah memperkerjakan 800 awak kabin.
Sekitar tiga dari lima di antaranya adalah mantan anggota kru yang telah meninggalkan pekerjaan.
Anggota kru baru yang tersisa akan dipekerjakan pada akhir tahun keuangan perusahaan saat ini, tepatnya Maret mendatang, kata SIA dikutip Batamnews dari The Star, Senin (30/5/2022).
"Kami telah proaktif, kami mengantisipasi bahwa segala sesuatunya terbuka dan kami ingin menjadi yang terdepan," kata Kepala Eksekutif SIA, Goh Choon Phong.
Karena banyak awak kabin baru yang sebelumnya bekerja di SIA Group, ini mengurangi jumlah waktu yang dibutuhkan untuk melatih mereka, tambahnya.
SIA tidak merinci jumlah awak pesawat yang dipekerjakannya saat ini, dengan alasan sensitivitas komersial.
Grup, yang juga mencakup maskapai penerbangan hemat Scoot, pada September 2020 memangkas sekitar 4.300 posisi di seluruh maskapainya.
Setelah memperhitungkan pembekuan perekrutan, pengurangan alami dan pengambilan skema keberangkatan sukarela, jumlah staf yang harus pergi kurang dari 2.000.
Baca Juga: Ketahui Beda Cacar Air dan Flu Singapura, Bisa Dilihat dari Kondisi Ruam
Sebelum latihan pengurangan, Grup SIA memiliki sekitar 3.200 pilot dan hampir 11.000 awak kabin.
Goh mengatakan jumlah pilot di SIA Group masih sama dengan jumlah pra-Covid-19, hanya "jumlah yang sangat kecil" yang tersisa.
Hampir semua pilot, awak kabin, dan pesawat SIA yang ada sekarang sudah kembali terbang secara teratur.
Tetapi maskapai mengatakan tidak dapat mengungkapkan jumlah pastinya, dengan alasan sensitivitas komersial.
Goh mengatakan belum ada awak pesawat atau pesawat yang dimanfaatkan secara maksimal, mengingat perjalanan udara masih dalam masa pemulihan dari pandemi.
“Tapi kita mengerahkannya agar semuanya siap operasional, dan kapan pun kita ingin menambah frekuensi atau titik baru, kita dapat dengan mudah meningkatkannya karena sumber dayanya sudah ada dan terlatih,” katanya.
Berita Terkait
-
Perang Timur Tengah Guncang Ekonomi Global, Maskapai hingga Pertanian Alami Kerugian
-
Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?
-
Garuda Indonesia Jalankan 11 Strategi Transformasi, Bidik Pemulihan Kinerja
-
Malaysia Minggir! Ini 2 Tim ASEAN yang Temani Timnas Indonesia ke Piala Asia 2027
-
Timnas Indonesia Jadi yang Pertama! Ini 3 Negara ASEAN yang Lolos ke Piala Asia 2027
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
UMKM Desa Sumowono Semarang Berkembang Pesat Berkat Program Desa BRILiaN BRI
-
BRI Hadirkan Solusi Pembiayaan UMKM Lewat Desa BRILiaN di Desa Wisata Hendrosari Gresik
-
Bertransformasi Positif, Desa BRILiaN Tompobulu Mampu Jadi Sumber Ekonomi Rakyat
-
Waspada El Nino, Natuna Tanggap Darurat Bencana Cuaca Ekstrem
-
Desa Empang Baru Tumbuh Dinamis Lewat Ragam Usaha dan Kolaborasi Warga