SuaraBatam.id - Asosiasi Peternak dan Pedagang Hewan Kota Batam, memperkirakan hewan kurban untuk Idul Adha 2022 tidak cukup, dikarenakan stoknya saat ini menipis.
Dari data yang di dapat, saat ini total ketersediaan hewan kurban di Batam hanya ada 300 ekor sapi dan 700 ekor kambing.
"Memang hanya segini stok yang tersedia sesuai dengan usia hewan ternak yang bisa untuk kurban nanti," jelas Penasehat Asosiasi Peternak dan Pedagang Hewan Kota Batam, Musofa yang ditemui di Batam Center, Jumat (20/5/2022).
Kekurangan kuota untuk memenuhi pesanan menyambut Idul Adha mendatang, disebutkan akibat penghentian pengiriman sapi dan kambing ke Batam dari daerah asal atau penghasil.
Musofa mengingatkan, bahwa Kota Batam statusnya hanya daerah konsumen, dan tidak memiliki wilayah peternakan bagi hewan.
"Salah satu masalah yang membuat para pedagang khawatir kemarin adalah pengembalian hewan kurban yang sudah sampai Kuala Tungkal, Jambi kemarin dan sedang bersiap menuju Batam akibat aturan penyakit PMK dari pusat," lanjutnya.
Terpisah, Ketua DPRD Batam, Nuryanto menyebut kebijakan pelarangan hewan ternak ke Batam merupakan aturan yang kaku.
Sebagaimana diketahui, kebutuhan hewan kurban masyarakat Kota Batam dalam kondisi Covid dua tahun belakangan mencapai angka 2.000 ekor sapi dan 15.000 ribu ekor kambing.
"Ini kondisi sudah tidak covid lagi sudah mulai bagus akan jauh lebih banyak dari kondisi covid kemarin," jelasnya.
Nuryanto mendesak agar Kementerian terkait melakukan evaluasi, dan mengambil langkah konkrit, terutama bagi Kota Batam yang bukan daerah penghasil.
"Kalau kebijakannya untuk melaksanakan kesehatan, mungkin kita hormati, tapi tak boleh kaku," bebernya.
DPRD Kota Batam akan segera memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota Batam untuk diteruskan ke Pemerintah Provinsi hingga Kementrian.
"Dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam Idul Adha maupun kebutuhan lain. Karena di Batam bukan daerah produksi maka harus ada kebijakan khusus. Dan yang penting dijamin kesehatannya," imbuhnya.
Kontributor : Partahi Fernando W. Sirait
Berita Terkait
-
PLTS Terapung Tembesi 74 Persen Rampung
-
Ada Dugaan Kelalaian, Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Blackout Batam-Bintan
-
Buntut Blackout Batam-Bintan, Bukti Rambut Kera di Trafo Seret 5 Orang Jadi Tersangka
-
Blackout Batam Bikin Curiga, Bos PLN Tak Tahu Penyebabnya
-
Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak