SuaraBatam.id - Ketersediaan pasokan daging Sapi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau akan terhenti karena kebijakan karantina pemerintah.
Diketahui, Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi, Kementerian Pertanian mengeluarkan Surat Edaran Nomor S-1067/KR.120./K.24.B/05/2022 terkait Penghentian Sementara Sertifikasi Karantina dalam antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Hal ini setelah Kementerian Pertanian mengeluarkan surat edaran terkait penambahan daerah yang terpapar penyakit PKM terhadap hewan ternak untuk diwaspadai. Sehingga diminta untuk menghentikan pengiriman sapi dari daerah yang terkena wabah tersebut.
Tanjungpinang sendiri mendatangkan sapi dari daerah Sumatera melalui pelabuhan Kuala Tungkal, Jambi.
Akibat penghentian sementara itu, berdampak pada ketersediaan pasokan daging Sapi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua Persatuan Pedagang dan Peternak Sapi/Kambing Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Thamrin menyampaikan dampak dari penghentian sementara tersebut berimbas terhadap pedagang daging segar dan sejumlah peternak penggemukan sapi.
Dikatakan Thamrin, pedagang telah membeli dan membayar sapi untuk didatangkan ke Tanjungpinang. Namun karena adanya aturan ini, sapi tidak dapat dikirim dari Pelabuhan Kuala Tungkal, Jambi ke Tanjungpinang.
"14 Mei kemarin seharusnya dikirim ke Batam, namun kembali lagi dari Kuala Tungkal ke Lampung. Lalu yang untuk di Tanjungpinang harusnya juga sudah menyeberang, tapi sekarang belum. Sapi sudah dibeli. Sudah menumpuk di Lampung," jelas Thamrin.
Masih dijelaskan Thamrin, untuk kebutuhan daging sapi segar di Tanjungpinang per harinya sebanyak dua ekor sapi. Sedangkan ketersediaan untuk sapi potong, sekarang hanya 15 ekor, yang diperkirakan cukup untuk satu minggu.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Harga Sapi Diprediksi Melonjak Dampak Wabah PMK
"Kalau dalam minggu ini, tidak ada pengiriman sapi. Pedagang sapi potong di pasar tidak bisa jualan lagi," ujarnya.
Selain kebutuhan harian daging segar, Thamrin juga mengatakan untuk kebutuhan kurban pada Idul Adha tahun ini juga masih kurang. Berdasarkan data sebelumnya, untuk dua kabupaten/kota yang berada di Pulau Bintan tersebut membutuhkan sekitar 2.000 ekor sapi dan 4.000 ekor kambing.
"Untuk kurban ketersedian saat ini baru sebanyak 500 ekor. Sedangkan untuk kambing masih kosong. Tentu dengan kebijakan tersebut, berdampak pada peternak disini. Karena peternak di Kepri hanya memelihara sapi untuk melakukan penggemukan jelang hari raya Idul Adha," terangnya.
Menurutnya, karena Tanjungpinang bukan daerah sentra peternakan. Selama ini sapi atau kambing harus didatangkan dari Lampung, Jambi dan Palembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, Thamrin mewakili pedagang dan peternak mengharapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau ada kebijakan khusus karena di kabupaten/kota di Kepri belum ada ditemukan penyakit Mulut dan Kuku terhadap hewan ternak.
"Kalau saya tidak salah tangkap dari surat edaran, bahwa harus disesuaikan dengan kondisi daerah. Seperti Tanjungpinang dan Bintan kan bukan daerah sentra sapi. Kita harapkan Pemprov Kepri membuat deskresi atau membuat kebijakan untuk melonggarkan masuknya hewan sapi atau kambing," pungkasnya.
Berita Terkait
-
5 Fakta tentang Intoleransi Laktosa, Ternyata Beda dari Alergi Susu Sapi?
-
Intoleransi Laktosa? Coba 5 Alternatif Susu Nabati Ini, Lebih Aman di Perut
-
Ulasan Novel 28: Ketika Wabah Mematikan Membuka Sisi Gelap Manusia
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai dan Daging Sapi Kompak Naik, Beras Cenderung Stabil
-
Bintan Bukan Cuma Pantai, Ada Jejak Sejarah Melayu hingga Blue Lake yang Unik
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen
-
Kapolri Tunjuk Irjen Suhendri Jabat Kapolda Kepri Gantikan Irjen Asep Safrudin
-
Semangat Merah Putih di Asian Games 2026, BRI Dukung Kontingen Atlet Indonesia
-
Polda Kepri Ungkap Kasus Jual Beli Mesin Pesawat Bekas Senilai Rp30 Miliar