SuaraBatam.id - Pihak Museum Batam Raja Ali Haji kembali menggelar lomba pemandu museum mengunakan bahasa Inggris. Kegiatan ini dalam rangka memperingati Internasional Museum Day pada 18 Mei 2022.
Kepala UPT Museum Batam Raja Ali Haji, Senny Thirtywani, mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengenalkan Museum Batam Raja Ali Haji sebagai destinasi wisata sejarah yang ada di Kota Batam. Tak hanya itu, mendekatkan museum sebagai tempat edukasi kepada generasi muda.
"Kami ingin mengenalkan museum kepada generasi muda lewat gaya baru, maka dibuatlah perlombaan yang menarik dan berkesan," ucapnya.
Senny menyampaikan pendaftaran sudah dibuka dan berakhir sampai dengan 17 Mei 2022 mendatang. Perlombaan tersebut terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, maupun pekerja.
"Peserta nantinya dinilai dari gestur, fasih berbahasa Inggris, dan menguasai konten yang ingin disampaikan," ucapnya.
Musuem Batam Raja Ali Haji, menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.
"Peserta bebas mau menjelaskan tentang koleksi apa saja, kerajaan Riau Lingga boleh, masa infrastruktur boleh," terangnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengharapkan digelarnya kegiatan museum sepanjang tahun 2022 dapat mendongkrak kunjungan wisatawan baik wisatawan lokal, domestik, maupun mancanegara.
"Meningkatnya kunjungan wisatawan dapat memberikan pengaruh pada ekonomi terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD)," katanya.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi terus mengembangkan infrastruktur dan membangun destinasi wisata baru di Kota Batam, terbaru Taman Rusa Sekupang. Selain itu Batam mempunyai amenitas yang lengkap, seperti hotel berbintang, restoran, pusat perbelanjaan, dan sebagainya.
"Banyak destinasi wisata di Kota Batam, tentunya kita harus menjaga, merawat, mengisinya dengan berbagai event yang dikemas menarik," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Hari Museum Indonesia 2026, Revitalisasi 200 Cagar Budaya Jadi Mercusuar Era Prabowo
-
Fadli Zon Terima Anugerah Mahottama Adibudaya Nusantara, Ini Alasan di Baliknya
-
Pulang dari Belanda ke Jakarta: Kapan Artefak Adat Benar-Benar Merdeka?
-
Bukan Sekadar Gudang Antik: Menjadikan Museum Laboratorium Masa Depan
-
Menilik Peluang Bisnis Buku dan Komik Indonesia di Festival Literaia 2026
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Sopir Mobil Mewah Sempat Mau Kabur
-
Mahasiswi Tewas Ditabrak di Batam, Detik-detik Kecelakaan Terekam CCTV
-
Mahasiswa Geruduk DPRD Batam: Protes Data Center, Blackout hingga Karhutla
-
BRI Perkuat Kompetensi Generasi Muda Lewat Program Magang Nasional 2026
-
Siswa SMA di Batam Cedera Kepala Dipukul Teman, Kacabdis Kepri: Namanya Anak-anak