SuaraBatam.id - Seiring dilonggarkannya aturan mudik Lebaran tahun ini oleh pemerintah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Mochammad Bisri optimistis tak ada lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu.
"Saya yakin mudik tahun in penyebaran COVID-19 bisa dikendalikan, karena kekebalan tubuh masyarakat sudah terbentuk," kata Bisri di Tanjungpinang, dilansir dari Antara, 13 April 2022.
Hal itu, menurutnya, tak lepas dari tingginya capaian vaksinasi di wilayah Kepri, di mana untuk dosis pertama sudah di angka 97,02 persen atau 1.748.918 orang, dan dosis kedua 82,55 persen atau 1.488.219 orang.
Sementara dosis ketiga atau penguat sudah di angka 34,23 persen atau 470.086 orang dari target sasaran 1,4 juta orang.
Capaian vaksinasi penguat, katanya, meningkat drastis dalam dua pekan terakhir, karena menjadi syarat mudik tanpa perlu tes COVID-19 antigen/PCR. Padahal sebelum itu, capaian vaksinasi penguat masih di bawah 15 persen.
"Vaksinasi penguat dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhindar paparan COVID-19," ujarnya.
Selain vaksinasi, kata Bisri, penyebaran kasus COVID-19 di Kepri dalam dua pekan terakhir terus melandai. Hingga 11 April 2022, tercatat kasus aktif hanya tersisa 98 orang.
Kendati begitu, warga diimbau tetap disiplin protokol kesehatan, terutama memakai masker saat beraktivitas di luar rumah atau tempat-tempat keramaian.
"Masker masih jadi senjata ampuh melawan COVID-19," ucap Bisri.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Batam, Bintan dan Tanjungpinang 11 Ramadhan 1443H
Lebih lanjut Bisri mengimbau masyarakat yang ingin mudik segera melakukan vaksinasi penguat di pusat-pusat pelayanan kesehatan pemerintah agar perjalanan mudik aman dari penularan COVID-19.
Bagi warga yang belum divaksin penguat, namun sudah vaksinasi lengkap dua dosis, tetap bisa mudik dengan syarat wajib menunjukkan hasil negatif COVID-19 tes antigen/PCR. Sedangkan warga yang baru vaksin dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif COVID-19 tes PCR.
"Mohon masyarakat dapat bersikap jujur dan disiplin mematuhi aturan penyedia moda transportasi saat mudik dan menunjukkan dokumen perjalanan yang benar dan resmi kepada petugas. Juga, bagi yang merasa kurang sehat diminta dengan sangat tidak bepergian," demikian Bisri.*
Berita Terkait
-
Waspada! Kasus DBD di Jakarta Mulai Merayap Naik di Awal 2026
-
Sidak ke Kepulauan Riau, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: Ini Harus Diusut Tuntas
-
4 Link Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 Sudah Dibuka, Segera Daftar Sebelum Kehabisan
-
5 Mobil Bekas Murah yang Layak Dibeli untuk Persiapan Mudik Lebaran
-
Terpopuler: Pernikahan Kak Seto Mendadak Disorot, Daftar Shio Paling Hoki 16 Januari 2026
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
Harga Kripto Naik Turun, COIN Pilih Parkir Dana IPO Rp220 Miliar di Deposito dan Giro
-
Prabowo Cabut Izin Toba Pulp Lestari, INRU Pasrah dan di Ambang Ketidakpastian
-
Guncangan di Grup Astra: Izin Tambang Martabe Dicabut Prabowo, Saham UNTR Terjun Bebas 14%!
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
Terkini
-
5 Mobil Kecil Bekas Murah, Hemat Biaya Operasional buat Pemula
-
Realisasi Investasi Batam Capai Rp69 T di 2025, Singapura Jadi Sumber Utama
-
Ekspedisi Jakarta Batam Terpercaya & Efisien | Harddies Cargo
-
Beasiswa untuk 1.100 Mahasiswa 7 Kampus Negeri Ternama, Batam Jadi Tujuan Belajar
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen