SuaraBatam.id - Gara-gara akan tampil di Tibet House Benefit Concert ke-35, malah berdampak pada penghapusan film Keanu Reeves di platform China.
Filmnya dihapus dari platform streaming China seperti Tencent Video, Youku, dan Migu Video.
Dalam acara concert itu, Keanu akan tampil bersama Laurie Anderson, Patti Smith, Cyndi Lauper dan Iggy Pop.
Acara tersebut berlangsung secara virtual untuk kedua kalinya di awal bulan ini.
Setelah partisipasi Reeves dalam acara Tibet diumumkan, para nasionalis Tiongkok turun ke media sosial sebagai bentuk protes terhadap aktor tersebut.
China menolak klaim kemerdekaan Tibet dan telah lama memprovokasi seniman yang telah menyatakan dukungan untuk Tibet dan/atau Dalai Lama.
Dukungan Reeves untuk kepentingan Tibet dipublikasikan tepat saat "The Matrix Resurrections" dibuka di China, tetapi film tersebut diboikot oleh nasionalis dan gagal di box office.
Setelah acara Tibet House Benefit bulan ini, lusinan film Reeves kini telah dihapus dari platform streaming di China, setidaknya 19 film ditarik dari Tencent Video.
Setiap film Reeves kecuali untuk peran suaranya di "Toy Story 3" ditarik dari streamer teratas Youku dan Migu Video. Platform lain seperti Bilibili dan Xigua Video juga dilaporkan telah menghapus filmnya.
Baca Juga: WNA China di Dompu Ditangkap Karena Buka Usaha Ubur-ubur
Meskipun "Toy Story 3" tetap ditayangkan, kreditnya hanya menampilkan pemeran sulih suara lokal dan nama Reeves tidak tercantum.
Pencarian untuk Reeves di platform iQiyi dilaporkan memberi pengguna pesan, "Maaf, tidak ada hasil yang terkait dengan 'Keanu Reeves' yang ditemukan. Karena undang-undang, peraturan, dan kebijakan yang relevan, beberapa hasil tidak ditampilkan."
Menurut Times, film-film Reeves yang dihilangkan termasuk trilogi "Matrix" asli, "Speed", "Bill & Ted's Excellent Adventure", "Something's Gotta Give" dan "The Lake House".
Bintang-bintang Hollywood yang sebelumnya telah menunjukkan dukungan atau afiliasi dengan individu atau organisasi mana pun yang dipandang sebagai pro-kemerdekaan Tibet dianggap tabu di negara yang dikuasai oleh Partai Komunis China.
Kasus-kasus sebelumnya termasuk Richard Gere, yang kehilangan kesepakatan film karena pendiriannya yang teguh di Tibet dan hubungan dekat dengan Dalai Lama ke-14, dan Selena Gomez, karena berfoto dengan Dalai Lama.
Berita Terkait
-
Review 28 Years Later: The Bone Temple, Lebih Brutal Namun Manusiawi
-
Sinopsis Drama The Imperial Coroner 2, Dibintangi Wang Ziqi dan Su Xiaotong
-
Sinopsis Film Tu Meri Main Tera Main Tera Tu Meri, Dibintangi Kartik Aaryan
-
Ada Shareefa Daanish, Film 'Lift': Ruang Sempit Membawa Malapetaka
-
Film Penunggu Rumah: Buto Ijo, Horor Janji Lama yang Menagih Harga
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 4 Mobil Keluarga Bekas 50 Jutaan: Mesin Awet, Cocok Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Kapal di Karimun Diamankan, Ternyata Bawa Narkoba dan Kayu Tanpa Dokumen
-
Wakil Kepala BGN Ingatkan Pihak Terkait MBG Bekerja Sama dengan Baik
-
BGN Minta Mitra dan Yayasan Peduli Terhadap Siswa-siswi Penerima Manfaat
-
Pejabat Utama dan Kapolres di Polda Kepri Dimutasi, Berikut Namanya
-
Anggota Polisi di Kepri Jalani Sidang Etik usai Diduga Aniaya Pacar