SuaraBatam.id - Taylor Hawkins merupakan elemen kunci dari suara dan citra Foo Fighters. Kepergiannya benar memukul anggota band tersebut.
Ia meninggalkan seorang istri bernama Alison dan tiga orang anak. Ia meninggal di usia 50 tahun.
Dalam karirnya, sebelum bergabung dengan Foo Fighters sebagai drumer, Hawkins sempat menjadi drummer Alanis Morissette pada 1995 hingga 1997.
Dia disebut sebagai seorang drummer yang imajinatif dan rock-solid, ia memiliki tugas bermain drum yang tampaknya tanpa pamrih di belakang vokalis gitaris Foo Fighters Dave Grohl, yang merupakan salah satu drummer terhebat dalam sejarah rock.
Hawkins mengisi peran itu dengan penuh percaya diri, membawa gayanya sendiri yang keras, dan mengisi suara rock tanpa mencoba meniru Grohl.
Dia juga seorang penyanyi yang handal dan sering turut mengisi suara selama konser dan kerap menggarap versi cover (seperti kolaborasi pada 2008 dengan Led Zeppelin Jimmy Page dan John Paul Jones, saat Grohl berganti peran dengannya dan menjadi drummer). Dia juga menulis banyak lagu untuk band itu.
Lahir dengan nama Oliver Taylor Hawkins di Fort Worth, Texas, pada tahun 1972 keluarga Hawkins pindah ke Laguna Beach, California ketika dia berusia empat tahun dan dia dibesarkan di sana.
Setelah bermain dengan beberapa band saat remaja, ia menjadi drummer penyanyi rock Sass Jordan, kemudian bergabung dengan Morissette dalam tur album “Jagged Little Pill” di tahun 1995. Hawkins bermain dengan Morissette hingga Maret 1997.
Hawkins telah menjadi anggota band Foo Fighters dan berpartisipasi dalam delapan album studio, yang terbaru adalah “Medicine at Midnight” yang dinominasikan Grammy pada 2021.
Hawkins juga teragabung dalam ratusan konser Foo Fighters dan banyak proyek sampingan yang dipimpin Grohl. Salah satu proyek yang terkenal adalah aksi parodi sebagai bentuk penghormatan terhadap grup musik Bee Gees.
Baca Juga: Profil Taylor Hawkins, Drummer Foo Fighter yang Meninggal Dunia Jelang Manggung
Hawkins menderita overdosis heroin pada tahun 2001 dan koma selama dua minggu, meskipun dia menganggapnya sebagai kecelakaan dan mengatakan kepada media massa bahwa dia "banyak berpesta" tetapi tidak kecanduan.
Pada tahun 2006, Hawkins merilis LP self-titled dengan proyek sampingannya, Taylor Hawkins and Coattail Riders. Dia juga pernah bekerja dengan Coheed dan Cambria, gitaris Guns N’ Roses Slash, album solo pertama mantan bassis Jane’s Addiction Eric Avery, proyek sampingan rekan satu band Foo Fighters Chris Shiflett, Jackson United dan album solo gitaris Queen Brian May tahun 1998, “Another World.”
Foo Fighters dijadwalkan tampil di Festival Lollapalooza di Brasil pada hari Minggu (27/3) dan di Grammy Awards pada 3 April. Band ini juga memiliki sejumlah jadwal tur di wilayah Amerika Utara, Eropa, Australia dan Selandia Baru yang dijadwalkan hingga Desember. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Pemkot Batam Soroti Izin Tempat Hiburan Jadi Lokasi Kasino yang Digerebek Bareskrim
-
Bareskrim Tangkap 197 Orang dalam Penggerebekan Kasino Di Batam
-
Bareskrim ke Nagoya Food Court Batam, Gerebek Diduga Sarang Perjudian
-
Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia