SuaraBatam.id - Kepala BNPB RI, Mayjen TNI Suharyanto mengkritisi penonton yang tidak patuh protokol kesehatan saat MotoGP Mandalika Berlangsung.
"Perhelatan MotoGP Mandalika kemarin, adalah satu tugas berat bagi kami, terutama saat menegakkan protkes," ujarnya saat kunjungannya ke Kantor Pemko Batam, Kamis (24/3/2022) pagi.
Menurutnya, masyarakat yang tidak patuh prokes terutama di bangku VIP.
Kata dia, penonton VIP enggan menggunakan masker, padahal diketahui bahwa harga tiket untuk bagian VIP MotoGP Mandalika mencapai harga Rp15 juta untuk bagian Premier Class.
Kemudian kelas Deluxe Class dibanrol dengan harga Rp10 juta selama tiga hari, dilansir dari situs melalui Xplorin.id, injourney.id, Tiket.com, MyPertamina, Alfamart dan Indomaret.
"Dengan harga yang segitu, maka kesimpulannya mereka yang berada di bagian VIP bisa dikatakan memiliki uang lebih, dan berpendidikan," tegasnya.
Pihaknya mengaku, penegakkan protkes di lokasi sudah dilaksanakan seminggu sebelum MotoGP dimulai.
Bahkan, para petugas BNPB dan Satgas kerap melaksanakan razia masker, serta membagikan masker bagi setiap pengunjung yang datang.
"Namun saat itu, petugas Satgas tidak bisa berbuat banyak. Kita mau tegur dengan suasana yang sangat ramai begitu juga tampaknya sia-sia," ungkapnya.
Baca Juga: Rara Si Pawang Hujan Pernah Dibayar Rp 50 Juta, Tapi Cuma Dapat Rp 5 Juta dari Mandalika
Mayjen TNI Suharyanto mengingatkan, saat ini Covid-19 belum sepenuhnya menghilang di Indonesia.
Kementerian Kesehatan diakuinya telah mengumumkan varian Covid-19 Bravo Aplha II yang telah masuk ke Indonesia, dan dari perkembangan kasus saat ini, sebanyak 20 persen terdeteksi terpapar varian terbaru dari Eropa ini.
Walau demikian, ia juga mengakui dengan adanya varian baru ini tingkat pertumbuhan kasus di Indonesia memang mengalami penurunan, dikarenakan target vaksinasi yang sangat pesat.
"Tapi ingat, turunnya kasus ini bukan berarti kita bebas. Sekali lagi saya ingatkan, tetap tegakkan protkes di lapangan minimal menggunakan masker saat berada di luar rumah," paparnya.
Berita Terkait
-
MotoGP Mandalika 2026 Catat Dampak Ekonomi Rp5,2 Triliun
-
3 Rekomendasi Masker Wajah Glad2Glow untuk Kulit Bersih, Lembap, dan Glowing
-
Apa Manfaat Masker Viva Bengkoang? Ini Khasiat dan Cara Pakainya
-
KPK Sita BMW Milik Tenaga Ahli Eks Kepala BNPB Suharyanto
-
5 Cara Membuat Masker Bedak Marcks untuk Mengeringkan Jerawat
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
Terkini
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid
-
Kronologi Pria Tewas di Kamar Kos Batam, Cinta Segitiga Disebut Penyebab Penusukan
-
Cekcok Berujung Maut di Kos Batam: Alami 25 Luka Tusukan, Polisi Sita CCTV