SuaraBatam.id - Warga Kepulauan Riau (Kepri) masih enggan dites COVID-19 ketika memiliki gejala atau kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Mochammad Bisri.
Kata dia, dampak rendahnya warga mengikuti testing COVID-19, memicu Kepri naik status dari PPKM level 2 ke PPKM level 3, seiring tingginya kasus harian beberapa pekan terakhir.
"Banyak warga yang lari atau menghalangi-halangi petugas ketika hendak dilakukan testing COVID-19 PCR/Antigen," kata Bisri di Tanjungpinang, Kamis.
Padahal, kata Bisri, tujuan testing dilakukan agar petugas kesehatan dapat memeriksa dan melacak kasus baru COVID-19, sehingga mempermudah petugas memetakan penyebaran virus tersebut.
Menurutnya jika seorang pasien yang terpapar COVID-19, maka tracing dan testing yang harus dilakukan menyasar ke 15 kontak erat.
"Di Indonesia itu, berlaku rumus satu pasien positif COVID-19, minimal menularkan ke satu orang lainnya," ujar Bisri.
Oleh karenanya, Bisri mengimbau warga tidak menyepelekan jika memiliki gejala maupun pernah kontak erat dengan pasien COVID-19.
Masyarakat diminta segera melapor ke petugas kesehatan guna menjalani pemeriksaan antisipasi paparan COVID-19, dengan begitu masyarakat ikut membantu pemerintah dalam mengendalikan penyebaran COVID-19.
"Jangan disepelekan karena kalau positif meski tak bergejala, khawatirnya menyebar ke keluarga di rumah. Apalagi kalau ada yang punya riwayat komorbid, pasti akan sangat berbahaya," ucapnya.
Dia menyampaikan perkembangan terkini kasus aktif COVID-19 di Kepri sebanyak 2.408 orang dengan BOR rumah sakit 20,56 persen dan positivity rate 8,39 persen.
Baca Juga: Banyak Pelonggaran, Sandiaga Uno Yakin 3,6 Juta Turis Asing Akan Datang ke Indonesia
Selain itu, Bisri kembali mengingatkan masyarakat tetap disiplin protokol kesehatan karena belakangan dinilai semakin kendur, terutama terkait penggunaan masker di tempat-tempat umum.
"Protokol kesehatan tak boleh kendur, karena pandemi belum usai," katanya menegaskan. (antara)
Berita Terkait
-
Skandal Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu, Granit Xhaka Kena Denda Rp3,2 Miliar
-
Kisah Sukses Zulhaida Sitanggang, Mampu Sulap Sampah Pasar Jadi Usaha Beromzet Jutaan Rupiah
-
Operasi Gabungan Bongkar Pengiriman 800 Kg Ketamin di Kepri
-
Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita
-
Kapal Berbendera Tanzania Disergap di Laut Kepri, Berisi 1,3 Ton Narkoba Siap Edar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Raih The Finance Golden Star Award 2026, Perkuat Transformasi Digital dan Pemberdayaan UMKM
-
Diduga Habisi Nyawa Karyawati di Batam, Tetangga Kos Ditembak
-
Pria Tetangga Kos Diduga Terlibat Kematian Karyawati di Batam, Motif Masih Misteri
-
Bau Tak Sedap dari Kamar Kos, Berujung Penemuan Jasad Karyawati di Batam
-
Buyback Saham BRI Berlanjut, Fundamental Tetap Solid