SuaraBatam.id - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Mohammad Bisri yang mengatakan pemerintah pusat telah memutuskan sejumlah daerah di luar Jawa-Bali salah satunya Provinsi Kepulauan Riau yang menunjukkan kenaikan kasus Covid-19.
Saat ini Kabupaten/kota di Kepri ditetapkan berstatus PPKM Level 3 kecuali Lingga masih di PPKM Level 2.
"Saat ini semua kabupaten/kota di Kepri menerapkan PPKM level 3, kecuali Lingga PPKM level 2. Sehingga status Provinsi Kepri juga level 3, karena postivity rate tinggi dan angka harian konfirmasi positif juga tinggi," ujar Bisri, Kamis (3/3/2022).
Dijelaskan Bisri, berdasarkan Inmendagri yang diterbitkan pada Senin 28 Februari 2022 kemarin, Mendagri Tito mengatur sejumlah pembatasan untuk wilayah yang berstatus PPKM level 3.
Aturan tersebut, untuk pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas atau jarak jauh. Kemudian juga pemberlakukan kebijakan work from office (WFO) sebesar 50 persen, jam operasional restoran/rumah makan sampai pukul 21.00 WIB.
"Sedangkan untuk kedai kopi, pedagang kaki lima dan sejenisnya diizinkan buka dengan aturan teknisnya diatur oleh pemerintah kabupaten/kota," ungkapnya.
Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, lanjut Bisri dari data Rabu 2 Maret 2022 sebanyak 3.997 kasus aktif.
Dihari tersebut ada penambahan sebanyak 412 kasus dan kesembuhan 448 orang. Untuk ketersedian tempat tidur atau BOR Rumah Sakit se-Kepri tersedia 25,31 persen dan Positivity Rate 11,74 persen.
"Kita ingatkan kembali kepada masyarakat agar dapat memahami kebijakan ini dengan baik. Intinya protokol kesehatan, jelang bulan puasa harus kita kontrol benar supaya kasus aktif Covid-19 di Kepri tidak semakin meningkat," pungkasnya.
Baca Juga: AMPB Usul Pengungsi Afganistan di Hotel Kolekta Dipindahkan ke Camp Vietnam
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Penanggulangan Kebakaran Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi menyampaikan pihaknya telah menggelar rapat untuk membahas penetapan peningkatan PPKM level 3 di Kepri.
"Kita membuat langkah-langkah antisipasi untuk mengantisipasi potensi terjadinya kerumuman masyarakat di daerah dengan status PPKM level 3," ujar Hendri saat dihubungi melalui sambungan seluler.
Kawasan-kawasan yang berpotensi terjadinya kerumunan akan menjadi tujuan patroli Satpol PP, kata Hendri, hal ini bentuk pengawasan terkait pelaksanaan aturan PPKM sesuai dengan level yang telah ditetapkan.
Seperti pusat perbelanjaan dan rumah makan serta tempat-tempat berkumpul masyarakat, lanjut Hendri, untuk memastikan jumlah pengunjung dan jam buka sesuai dengan ketentuan. Pihaknya juga berkoordinasi dengan tim Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri dalam penegakan aturan PPKM terbaru.
"Kita lakukan monitoring PPKM sesuai dengan aturannya. Dengan ini saya berharap masyarakat mengikuti aturan pemerintah agar wilayah di Kepri tidak naik ke level 4 yang artinya tingkat penyebaran virus sangat tinggi," pungkasnya.
Kontributor: Rico Barino
Berita Terkait
-
Tumbuh 7,28 Persen, Ekonomi Batam Melesat Lampaui Angka Nasional
-
Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang
-
Dugaan E-Waste di Batam: Saat Indonesia Jadi Tempat Transit Sampah Dunia
-
Ciri-ciri Pria Tewas Dalam Gardu Listrik LRT Pancoran: Rambut Gondrong dan Beruban
-
Pria Tewas di Gardu Listrik Dekat LRT Pancoran: Tak Ada Tanda Pembunuhan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!
-
Mantri BRI Dewi Natalia, Dedikasi 15 Tahun Dampingi 380 Debitur Mikro
-
Wow! Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Lampaui Kepri dan Nasional
-
UMKM Naik Kelas Jadi Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Terbesar di Indonesia
-
Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara