SuaraBatam.id - Kader Nahdlatul Ulama (NU) Ainun Najib saat ini jadi perbincangan publik gara-gara dibujuk pulang oleh Presiden Jokowi.
Ainun Najib diketahui punya segudang prestasi di bidang IT. Saat ini berada di Singapura.
Dalam forum Harlah ke-96 NU, Jokowi secara tersirat mengajak Ainun Najib berkarya di Tanah Air.
Meski begitu, Jokowi tahu bahwa gaji yang diterima Ainun Najib di Singapura sangat tinggi sehingga Indonesia harus bisa memberi penawaran lebih tinggi dari yang Ainun Najib dapatkan saat ini.
"Namanya Mas Ainun Najib. Tapi di sana gajinya sangat tinggi sekali. Jadi, kalau diajak di sini harus bisa menggaji lebih gede dari yang di Singapura," tegas Jokowi, dilansir pada Senin, 7 Februari 2022.
Ajakan pulang tersebut pun turut dikomentari oleh warganet. Tak sedikit warganet yang menyarankan Ainun Najib untuk tidak pulang ke Indonesia.
Sebagian berpendapat, Ainun Najib sebaiknya tetap di luar negeri dan mengharumkan nama Indonesia melalui karya-karyanya.
"Jangan pulang pak ainun. Merantaulah di negeri orang, harumkan nama bangsa dengan karya yg luar biasa," tulis warganet @alfan.rena** seperti dilihat redaksi Warta Ekonomi, Jakarta, Senin, 7 Februari 2022.
Komentar senada juga dituliskan oleh warganet @fathur.ri**, "Jangan pulang Pak. Sudah banyak yg pulang malah tidak ada perkembangan. Hilang karena kepentingan segelintir orang. Harumkan nama bangsa di negeri orang."
Baca Juga: Bandingkan Kegantengan dengan Prabowo, Kaesang Sebut Jokowi Tak Cuci Muka Pakai Sabun
Ada pula warganet yang menyayangkan jika Ainun Najib harus pulang ke Tanah Air, seperti yang disampaikan oleh warganet @dedys**, "Kualitas hidup akan berkembang di luar negri, sayang kalau anda pulang."
Sejumlah warganet menyampaikan alasan mengenai saran supaya Ainun Najib tak pulang, termasuk mengenai potensi yang tidak maksimal di Indonesia. Warganet @ahmadyyu*** bahkan memberi contoh kasus Profesor Habibie.
"Uda jangan pulang, Uda banyak korban wkwk. Kalaupun pulang paling diberi project yg bertahan sampe periode berakhi. Next period gatau masih dikasih apa enggak. Kek mendiang Professor Habibie misalnya."
Tak hanya itu, ada warganet yang mengumpamakan nasib Ainun Najib jika nanti pulang ke Indonesia ibarat pepatah habis manis sepah dibuang.
"Jangan pak, klw disini nti sistemnya kontrak, habis manis sepah dibuang," tulis @biaham** dan "Jgn mau.... 2th habis manis sepah dibuang... Nyesel kemudian tiada arti," oleh @kale.12**.
Berita Terkait
-
Bantah Bahas Putusan MK Soal Ijazah Gibran, Ajudan Ungkap Pertemuan Jokowi dan Prabowo Cuma...
-
Jokowi Temui Prabowo di Kertanegara Saat MK Bacakan Putusan Terkait Gugatan Ijazah Gibran
-
Kaesang Jadi Tumpuan Baru Dinasti Politik Jokowi? Pengamat Soroti Nasib Gibran Usai Putusan MK
-
Review Film It Ends: Sajian Sensasi Horor Psikologis yang Bikin Merinding!
-
Eks Danpaspampres Jokowi, Letjen Tri Budi Utomo Ditunjuk Jadi Wakasad
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
BRI Peduli Latih 500 Volunteer Jelang MotoGP Mandalika 2026, Dorong Lingkungan Berkelanjutan
-
BRI Perkuat Tata Kelola Dengan Budaya Integritas dan Antikorupsi
-
Rekam Jejak Mayjen TNI Rionardo, Panglima Pertama Kodam XXV Kepri
-
Batam Dikepung Kabut Asap, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Karhutla di Kepri
-
Jabat Kabareskrim Polri, Kapolda Kepri Asep Safrudin Naik Pangkat Jadi Komjen